oleh

Ketua SMSI Banten Tegaskan Wartawan Harus Profesional Jalankan Kode Etik

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten, angkat bicara soal adanya oknum wartawan yang melakukan pemerasan kepada salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Tangerang.

Oknum wartawan yang melakukan pemerasan tersebut, sebagaimana dikatakan, Turidi saat dikonfirmasi, sebagaimana dikutip di 86News.co bagian dari Group Kicau, lewat pesan singkat WhatsApp, berinisial A.

Harusnya Wartawan menjadi profesi yang profesional dan media yang mempekerjakan wartawan baik cetak, electronik maupun online seharusnya membekali wartawan mengenai pemahaman jurnalistik, sebab kehadiran media merupakan bagian dari pilar keempat dalam bernegara.

Demikian hal ini disampaikan ketua umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten Junaedi, saat dihubungi Jurnalis 86News.co, lewat pesan singkat WhatApps.

“Bekerja sebagai  Wartawan itu profesi jadi harus profesional, media yang memperkerjakan wartawan baik cetak, elektronik atau pun online hendaknya membekali wartawan yang akan diterjunkan untuk meliput terlebih dahulu harus memberikan pelatihan jurnalistik kepada calon wartawan karena media adalah bagian dari 4 pilar dalam bernegara.” kata Junaedi, dalam pesan singkat WhatsAppnya.

Junaedi menerangkan, oknum wartawan itu (yang melakukan pemerasan) lalai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, makanya mereka melakukan tindakan yang tidak sejalan dengan tugas-tugas kewartawanan.

“Tuga wartawan itu, menyampaikan apa yang didengar dan apa yang dilihat, kemudian mengembangkannya dalam bentuk berita untuk disampaikan kemasyarakat,” terang ketua SMSI Provinsi Banten.

Senada dengan Junaedi, Direktur Eksekutif, Kajian Jurnalis Nasional, D Roy Wijaya saat dihubungi, menjelaskan wartawan yang melakukan pemerasan terhadap pejabat harus ditindak tegas.

Roy mengatakan, wartawan yang melakukan pemerasan terhadap pejabat harus ditindak secara hukum. Dia menegaskan, terlepas oknum wartawan tersebut benar atau tidak bekerja di perusahaan media, yang namanya pemerasan tetap melanggar kode etik Jurnalistik dan juga melanggar Undang-undang.

Baca juga :  Albar Bakal Hadiri Mubes Pokjawan Way Kanan

“Oknum wartawan itu benar atau tidaknya bekerja di perusahaan media. Namun yang namanya pemerasan itu tetap melanggar kode etik jurnalistik dan juga melanggar undang-undang, Oknum wartawan yang memeras itu kan tindakan kriminal. Tindakan kriminal harus diproses secara hukum,” jelas D. Roy Wijaya yang saat ini menjabat sebagai Direktur Rumah Media Center ini.

Wartawan kawakan ini lebih lanjut menjelaskan, perbuatan yang telah dilakukan oleh oknum wartawan tersebut, dinilai telah mencoreng citra baik jurnalis lain yang melakukan tugasnya sesuai dengan kaidah Jurnalis, baik secara kode etik Jurnalis maupun secara Undang-undang.

“Pihak KJN menyayangkan adanya perbuatan oknum wartawan tersebut, yang mencoreng citra baik jurnalis, dalam hal ini kita serahkan penyelesaian kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Apabila terbukti, maka oknum tersebut tetap harus diberikan hukuman.” jelas Roy.

Roy menjelaskan, tidak ada bantuan hukum yang akan diterima oknum tersebut. Apalagi identitasnya tidak jelas. Karena dianggap sama dengan pemeras lainnya. Apalagi Tindakan dia juga merusak nama baik wartawan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada komentar maupun tanggapan dari ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten, sebelumnya Jurnalis 86News.co, sabtu (10/06) sempat menghubungi lewat pesan singkat WhatApps, namun ketua PWI Provinsi Banten, Firdaus, enggan berkomentar dan menanggapi.

Sebagaimana diketahui, Dewan Pers, sudah menyampaikan imbauan bahwa pejabat publik berhak menanyakan kepada wartawan identitas wartawan, apakah sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan, atau medianya sudah berbadan hukum, dan terdaftar di Dewan Pers.

Sekedar Informasi, senin (05/06) salah satu anggota DPRD kota Tangerang, bernama Turidi, diperas oknum wartawan, saat itu dkketahui, oknum wartawan tersebut menyebarkan sebaran pesan WhatApps, yang isinya menuding Turidi melakukan perselingkuhan, hingga Turidi pun melakukan konfirmasi kepada oknum wartawan tersebut.

Baca juga :  Cegah Corona, Unit Lalulintas Polsek Sukasari Polrestabes Bandung Lakukan Giat Sosialisasi AKB dan Pembagian Masker

Namun oknum wartawan tersebut, meminta damai dan meminta sejumlah uang, hingga akhirnya, Turidi pun melaporkan oknum wartawan tersebut ke Polisi, dan saat ini oknum Wartawan tersebut, diamankan Polisi di Polres Metro Kota Tangerang.

Menurut keterangan Turidi saat dikonfirmasi, saat ini oknum wartawan tersebut sudah diamankan di Polres Metro kota Tangerang. “Sudah ditahan di Polres kota Tangerang” terang Turidi. (Red, Group Kicau).

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru