oleh

26 Buruh di Pecat PT ISS Indonesia, Ini Tanggapan Perusahaan

 

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Puluhan buruh yang terhimpun dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, melakukan unjuk rasa dan menuding PT ISS Indonesia telah melakukan kejahatan kemanusiaan paling fatal.

Sebanyak 26 orang buruh yang bekerja di PT ISS Indonesia di PHK oleh pihak perusahaan melakukan aksi protes, Rabu (14/06) di depan kantor PT ISS Indonesia.

Akibat dari kebijakan perusahaan tersebut, karyawan yang di PHK tersebut, puluhan karyawan tersebut melakukan aksi Protes, mereka menuntut agar PT ISS segera membayar gaji para karyawan yang telah di pecat.

Demikian disampaikan koordinator aksi, Ahmad Doim. Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia ini menuturkan dalam orasinya, tindakan yang telah dilakukan oleh pihak PT ISS Indonesia, telah melanggar undang-undang, dan jelas telah melakukan suatu kejahatan kemanusiaan. Buruh yang di PHK, jelas Doim, selama tiga bulan gajihnya tidak dibayar oleh perusahaan.

“Selama tiga bulan lamanya mereka belum digajih, dan belum juga mendapatkan THR, mereka juga belum dibayar oleh pihak perusahaan, jika mengacu pada UU No 13 Tahun 2003, itu tidak boleh, ini termasuk kejahatan.” kata Ahmad Doim, saat dimintai keterangan di lokasi aksi protes, yang digelar di depan kator PT ISS Indonesia, Jl. Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan.

Aksi yang dimulai pada pukul 09.30 wib dan saat ini masih berlangsung, 15.31 wib, berlangsung dengan tegang, dan dihalangi oleh puluhan Satpam PT ISS Indonesia, Polisi yang tergabung dalam Polsek Pondok Aren Polres Tangerang Selatan, dan juga beberapa anggota Koramil Pondok Aren.

Selain itu, kepada Jurnalis Group Kicau, Doim menuturkan, pemecatan yang dilakukan oleh pihak perusahaan dibuat secara sepihak oleh pihak perusahaan, tak hanya itu, Doim juga menuturkan, gaji karyawan yang dipecat tidak dibayar oleh pihak perusahaan.

Baca juga :  Peserta Didik SMK Al Fattah Bojongmenger Ciamis Raih Juara Lomba LKS Tingkat Kabupaten

Diketahui, PT ISS Indonesia adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa, yang meliputi salah satunya, Clening Service, Driver, Resepsionis, Security, dan lainnya.

“Suratnya belum dibuat oleh perusahaan, pegawai sudah dipecat, kedua gajihnya belum dibayar, dan dalam undang-undang juga diatur, kalau pun mereka ini di PHK tapi harus ada kewajiban yang ditunaikan oleh perusahaan.” tambah Doim, (Tegas).

Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan PT ISS Indonesia, Ari Kurniyanto, yang menjabat sebagai Human Managemen Security menerangkan kepada Jurnalis Group Kicau, pihaknya saat ini masih selalu terbuka untuk terus melakukan dialog dengan buruh yang ada berunjuk rasa di depan kantor PT ISS Indonesia.

“Kami tadi pagi sudah melakukan mediasi, jadi sebanyak 26 karyawan bukan dipecat, tapi direlokasikan, namun untuk satu orang karyawan memang sudah habis kontrak kerjanya,” kata Ari Kurniyanto, saat dimintai keterangan oleh Jurnalis di dalam kantornya.

Selain itu, Ari juga menegaskan, Pihak perusahaan ingin semua proses ini, berjalan dengan baik, dan terbuka baik secara mediasi maupun secara hukum di pengadilan.

“Kami sebenarnya siap untuk melakukan mediasi, dan kami juga sudah menjelaskan kepada mereka, bahkan sekalipun mediasi dilakukan di pengadilan pun kami siap, ada pun nantu hasilnya di pengadilan apa, kami siap mengikuti, ada pun mereka begitu mungkin mereka karena atas nama solidaritas,” kata Ari kepada Jurnalis.

Sampai berita ini diturunkan, Pihak perusahaan mengkalim, sudah melakukan mediasi dengan para karyawan yang melakukan unjuk rasa, pagi tadi. (Red. Den/ Group Kicau).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru