oleh

Sungai citonjong dan sumur milik warga tercemar,warga minta tanggung jawab PT PECU

Pangandaran kicaunews.com – Puluhan warga masyarakat Desa Cikembulan dan Desa Sukaresik Kecamatan Cikembulan Kabupaten Pangandaran akhirnya menyambangi Kantor DPRD untuk mengadukan nasibnya akibat pencemaran lingkungan yang diduga dari limbah produksi PT. Pecu, Rabu sore (7/6).

Bertempat di Ruang Rapat DPRD, rombongan diterima oleh Komisi 3 yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi 3 Wowo Kustiwa, Wakil Ketua Heri, Sekkretaris T.Suherman Heryana serta anggota lainya.

Dalam paparanya perwakilan masyarakat Dodi (48 th), mengajukan beberapa gugatan terhadap PT.Pecu diantaranya adalah untuk mengurus dan melengkapi dokumen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ditenggarai pihak warga belum benar dan lengkap sehingga berdampak pada pencemaran lingkungan.

Kedua, perusahaan (PT. Pecu) melakukan normalisasi sungai Citonjong yang terdampak pencemaran, agar masyarakat terutama nelayan dapat kembali beraktifitas dan mendapatkan hasil tangkapan secara normal.

Yang selanjutnya menurut Dodi, perusahaan harus membuka akses jalan terbuka agar seluruh elemen masyarakat dapat bersama mengontrol operasional pabrik terutama terkait pengolahan limbah.

Ketua Komisi 3 Wowo Kustiwa dalam keteranganya kepada SP sangat mendukung keinginan masyarakat tersebut, tanpa harus saling menyalahkan satu sama lain yang terpenting ada solusi bersama agar lingkungan tetap terjaga dengan baik, katanya.

Dikatakan Wowo, dengan segera akan dibentuk tim terpadu untuk menyelesaikan persoalan tersebut, tim terpadu terdiri dari unsur dinas teknis, perusahaan, masyarakat, tenaga ahli serta unsur legislative selaku kontrol.

Hadir pada Audiensi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surya Darma, General Manager PT. Pecu Bambang, tokoh serta masyarakat Desa Sukaresik dan Cikembulan. (eris)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru