oleh

Survey SMRC : Publik Sepakat HTI Dibubarkan !

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC, minggu (04/07) kemarin, membuka hasil penelitiannya mengenai adanya gerakan radikal yang terindikasi mengancam persatuan dan persatuan Indonesia.

Acara yang dihelat di Jl. Cisadane No 8 Cikini, Jakarta Pusat ini, bertajuk ” NKRI dan Isis: Penilaian Publik Nasional,” ini dihadiri oleh 60 orang yang terdiri dari para akademisi dan para awak media.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research, tingkat kesepakatan publik, untuk dirubahnya pedoman negara dari Pancasila ke Khilafah, tidak terlalu banyak yang sepakat.

Dalam hasil survey tersebut, sebanyak 9,2 persen, masyarakat setuju sistem pemerintahan di Indonesia dirubah menjadi Khilafah, sementara yang sepakat Indonesia tetap Pancasila sebanyak 79,3 persen, dan sisnya sebanyak 11,5 persen tidak tahu.

Sebagaimana diketahui, beberapa pekan lalu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Ham atau Meko Polhukam, resmi akan membubarkan ormas radikal yang menolak Pancasila, salah satunya yang kian disebut adalah ormas Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.

Sebagaimana hasil survey SMRC, masyarakat Indonesia mayoritas tidak setuju, dengan adanya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang belakangan gencar melakukan transformasi ideologi untuk merubah sistem pemerintahan di Indonesia dari Pancasila menjadi Khilafah.

Sebanyak 1,5 persen sangat setuju dengan perjuangan Hizbut Tahrir Indonesia, sementara yang setuju sebanyak 9,5 persen dan yang tidak setuju dengan perjuangan HTI sebanyak 55,7 persen, dan yang sangat tidak setuju sebanyak 13,1 persen dan sisanya 20,0 persen menjawan tidak tahu.

Rencana pemerintah pusat melalui Kemenko Polhukam yang ingin membubarkan HTI, dalam hal ini menuai banyak perdebatan serta kontroversial, namun tingkat pengetahuan publik tentang HTI, terutama tentang perjuangan HTI sebagai ormas yang ingin merubah sistem pemerintahan di Indonesia cukup tinggi.

Baca juga :  Pengamat Ormas: Pendidikan Kebangsaan Kepada Masyarakat Harus Digalakan

SMRC menyebut, publik mengetahui HTI sebanyak, 28,2 persen, tidak tahu sebanyak 71,8 persen. Sementara untuk cita-cita perjuangan HTI, angka pengetahuan publik sebanyak, 56,7 persen tahu, dan 43,3 persen tidak tahu.

Sementara untuk masalah pembubaran ormas radikal ini, sebanyak 78,4 persen publik setuju agar HTI dibubarkan oleh pemerintah, sementara yanh tidak setuju HTI dibubarkan sebanyak 13,6 persen dan sebanyak 8,0 persen publik menjawab tidak tahu. (Red. Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru