oleh

Pernyataan Pak Jokowi : Demo Itu Yang Korupsi Gede-gede, Masa BBM Naik Dikit Aja Demonya Tiga Bulan

KICAUNEWS.COM – Jarang sekali presiden ngajak rakyatnya rame-rame demo. Tapi, tidak bagi Jokowi. Presiden RI ketujuh yang sederhana ini justru memerintahkan rakyat Indonesia demo.

Demo apa Pak? “Demo itu yang korupsi gede-gede. Itu baru demo,” kata Jokowi.

Perintah Jokowi ini disampaikan saat meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, kemarin. Jokowi sepertinya geram dengan praktek korupsi yang terus menggila. Yang terbaru, saat ini kita dihebohkan kasus megakorupsi proyek E-KTP yang diduga duit negara dikorup 2 triliunan lebih.

Apakah koruptor kakap yang harus didemo itu para koruptor E-KTP ini?

Jokowi tak menyebut dengan pasti. Tapi, beliau mengibaratkan, kalau saja uang yang dikorup dari proyek E-KTP ini bisa diselamatkan, akan ada banyak infrastruktur yang bisa dibangun untuk rakyat.

Karena geramnya ke korupsi itulah, Jokowi ngasih penekanan ke rakyat yang selama ini rajin demo. Jangan urusan kenaikan BBM saja demo terus-terusan, tapi demo soal korupsi sepi. “BBM naik 500 perak saja demonya sampai tiga bulan, demo tuh yang koruptor gede-gede,” tegas Jokowi.

Presiden kemudian membandingkan saat harga BBM di Papua masih mencapai Rp 50 ribu sampai 100 ribu per liter. Tak pernah ada yang demo meski harga antara Papua dan Pulau Jawa sangat jomplang.

“Sekarang alhamdulillah sudah 5 bulan yang lalu harga (BBM di Papua) sudah sama seperti provinsi lain. Itu saya beri tugas 1,5 tahun menterinya saya mau ini sama seperti provinsi lain, 1,5 tahun baru kejadian. Itu nginjek sana nginjek sini. Saya sebenarnya nginjek-nginjek orang juga enggak senang. Tapi kalau perlu untuk rakyat akan saya lakukan,” ujar Jokowi.

Sementara di awal sambutannya, Jokowi berpesan agar PLBN Aruk yang baru saja dibangun ulang ini untuk benar-benar dimanfaatkan masyarakat dengan kegiatan-kegiatan ekonomi. Ia percaya, pembangunan PLBN Aruk itu bisa menggerakkan roda perekonomian di wilayah sekitarnya.

“Jangan hanya sebatas sebagai kantor imigrasi, karantina, dan bea cukai. Harusnya masyarakat bisa memanfaatkan PLBN ini untuk menumbuhkan ekonomi yang ada di Kabupaten Sambas,” ujarnya.

Peresmian PLBN Terpadu Aruk di Kabupaten Sambas ini merupakan peresmian PLBN ketiga di Kalimantan Barat oleh Presiden. Setelah PLBN Nanga Badau di Kapuas Hulu yang diresmikan kemarin, PLBN lainnya adalah PLBN Entikong yang telah diresmikan Presiden pada 21 Desember 2016.

Presiden juga menyatakan suka citanya mendengar pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat yang berada di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data yang diterima olehnya, pertumbuhan ekonomi di sana menunjukkan angka 5,22 persen.

“Tapi harus dipertahankan dengan kerja keras seluruh masyarakat. Hati-hati, ekonomi dunia sekarang semuanya melambat, turun semuanya. Kita dengan susah payah dan segala jurus kita keluarkan agar ekonomi kita tidak turun. Alhamdulillah tahun 2016 lalu kita tumbuh 5,02 persen,” Jokowi mengingatkan.

Seperti biasa, saat menyampaikan sambutan Jokowi meminta Seorang warga asli Sambas untuk maju ke depan untuk ditanya-tanya. Jokowi lalu menanyakan kondisi perbatasan sebelum dilakukan pembangunan ulang.

“Saya belum pernah ke sini. Sebelumnya ke Entikong sudah tiga kali. Dulunya seperti apa kantor perbatasan ini? Kalau jelek bilang jelek, kalau bagus bilang bagus,” tanyanya.

Dokter Boni, Ketua Dewan Adat Kabupaten Sambas, yang maju ke hadapan Presiden menjelaskan bahwa sebelum ini infrastruktur jalan di sekitar perbatasan masih dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Sebelumnya, untuk menuju ke Aruk dari Sambas, butuh waktu baginya sekitar empat jam perjalanan. Kini, waktu tempuh tersebut dapat dipangkas hingga menjadi dua jam perjalanan.

“Jalan ini satu tahun terakhir baru bagus. Kami ke sini masih empat jam dari Sambas menuju Aruk. Artinya waktu itu jalannya tidak seperti sekarang, sekarang sudah dua jam,” ungkapnya.

Saat ditanyakan kondisi jalan yang dilalui apakah sudah halus. “Lumayanlah Pak,” jawab Boni. “Kalau lumayan masih banyak yang belum halus ya,” kata Jokowi yang disambut tawa.

Jokowi pun langsung bertanya pada Menteri PU Basuki Hadimuljono kapan pembangunan jalan dari Sambas menuju Aruk dapat diselesaikan. “Akhir 2017 baru selesai,” ucap Basuki.

Ditanya pendapatnya tentang pembangunan yang dilakukan selain jalan oleh Presiden. “Kantor kalau yang sekarang ini lumayan, Pak,” ucap Boni. “Kok lumayan lagi? Saya lihat ini malah bagus semuanya. Ini dari yang saya lihat di Entikong, Badau. Ini bagus desainnya, masih dibilang lumayan. Saya pikir bakal bilang bagus banget Pak,” ucapnya, yang kembali disambut tawa.

Boni menjelaskan bahwa perkantoran di PLBN sudah bagus, tapi perkantoran yang berada di luar PLBN Aruk sudah baik dibandingkan beberapa tahun yang lalu. “Dulu terbuat dari papan, sekarang sudah lumayan karena mulai permanen,” ucap Boni.

Terakhir, Jokowi mengingatkan tentang dasar negara Pancasila. Menurut dia, pemahaman masyarakat akan kebhinnekaan amat diperlukan bangsa ini. Apalagi bila mengingat visi besar menuju Indonesia Emas di tahun 2045, kerukunan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan pemersatu bangsa jelas memegang peranan penting.

“Pada 2045 kita akan berada pada posisi Indonesia Emas. Dengan catatan kita bersatu dan kerja keras, tidak ada yang saling bergesekan baik di daerah maupun pusat, semua satu bekerja pada target dan fokus pada titik yang sama. Kita akan berada pada empat besar ekonomi terkuat di dunia,” pungkasnya. (RMOL)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru