oleh

Agama Saya Pancasila !

OPINI, KICAUNEWS.COM – Cara kita beriman maupun beragama menentukan kualitas kehidupan kemanusiaan kita. Dalam kondisi negara yang sedang panas karena ulah sekelompok manusia beragama ada saja yang ingin dengan berbagai cara mengoyak keberagaman yang kita rajut dengan dalil pembenaran ajaran tertentu.

Dalam momen itu mereka berteriak tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia versi keegoisan umat beragama. Menurut mereka bersatu itu jika fatsun dengan kelompok ajaran tertentu. Tentu mereka pintar pula memplesetkan Pancasila seakan bukan milik saya, aku, kamu, dan kita. Hanya milik mereka !

Faktanya sejarah mengatakan Pancasila tercipta karena pergulatan intelektual dan kebesaran jiwa para pendiri bangsa tanpa memandang sekat agama, suku, maupun ras. Rumusan itu menjadi pondasi bersama sebagai warga negara dalam naungan bendera merah putih tanpa ada menyelingkuhinya dengan memegang bendera berwarna lain.

Cukup satu bendera, merah putih tanpa ada coretan. Kita terlalu menyembah Agama dengan para tokohnya, kita lupa akan nilai yang telah dibuat untuk menebarkan rasa kemanusiaan dalam cinta.

Kebencian dengan berbeda dikorbankan tentunya menggunakan berbagai macam hal, dan semua pengikut yang tanpa ada sifat kritis, menganggukkan kepala dan siap dicocokkan hidungnya, seperti kerbau. Urusan kita sebagai warga negara tidak ada kaitannya dengan Agama, hubungan itu hanya antar manusia dengan manusia yang lain, sebagai alat kontrol ada pada negara.

Betapa menderitanya korban persekusi (tindakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga), karena sifat kritisnya walaupun tidak bisa dikatakan benar harus mengalami bullying dalam media sosial, bahkan cibiran dan ancaman yang meruntuhkan martabat manusia walaupun rasa sesal dan maaf sudah disampaikan.

Saya melihat efek ini sebagai ukiran sendu tentang manusia yang tidak bisa mengendalikan diri dari segala keterbatasannya yang berlomba meraih segala ambisinya dan keinginan duniawi. Berhentilah atau berhentilah mempercayai mereka, setialah dengan kesepakatan yang disepakati para tokoh sejarah bangsa ini.

Baca juga :  Demonstrasi Kelompok Cipayung DKI Berakhir Ricuh, Mahasiswa Diteriaki Maling ?

Sebagai warga negara Indonesia, Agama kita hanya Pancasila. Untuk urusan Ketuhanan hanya ada di bilik suci rumah ibadah, dan hubungan itu eksklusif hanya milik manusia dengan Tuhannya, tidak perlulah untuk mengaitkannya dengan berbagai macam bentuk.
Salam Pantjasila !
Pantjasila abadi !

Alexander Philiph Sitinjak
Wakil Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah/ Alumni PMKRI Cabang Bogor

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru