oleh

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Sebagai ideologi Bangsa, Pancasila menjadi pedoman dalam kehidupan di segala bidang sehingga sifatnya harus terbuka, dan fleksibel tidak kaku melainkan harus mampu berproses dalam dinamika perkembangan zaman tanpa harus mengubah otentifikasi sertal nilai-nilai dasarnya. Pancasila memberikan orientasi ke depan dan selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dihadapi dan akan dihadapi di era keterbukaan/globalisasi dalam segala bidang.

Seperti yang menjadi rumusan dasar negara saat lahirnya Pancasila, tiga tokoh perumusnya yaitu Moh. Yamin, Prof. Dr. Supomo, dan Ir. Soekarno, menyatakan pentingnya sebuah pondasi negara dwngan sebuah palsafah dan ideologi negara yaitu Pancasila yang cakupannya di formulasikan
dijadikan sebagai landasan setiap aspek penyelenggaraan negara, termasuk segala peraturan perundangan dalam negara, pemerintahan dan aspek-aspek kenegaraan lainnya.

Sedangkan sebagai ideologi negara, dasar, pandangan bagi sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karenanya dalam kondisi saat ini yang bisa kita saksikan sangat mengkhawatirkan, dimana seolah Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika hanya dijadikan tameng oleh kepentingan kekuasaan untuk tendensi mengkelompokkan siapa yang berbeda berarti tidak Pancasilais, bahkan muncul tuduhan-tuduhan terhadap kelompok kritis dengan mudahnya menyebut kepompok makar.

Harusnya Pancasila sebagai ideologi negara justru dikedepankan oleh penyelenggara dan alat negara dalam fungsi pokok sbegai berikut :

  1. Mempersatukan bangsa, memelihara dan mengukuhkan persatuan dan kesatuan.
  2. Membimbing dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.
  3. Memberikan tekad untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa.
  4. Pancasila menjadi ukuran untuk melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan negara.

Akhirnya saya mengharapkan agar momentum lahirnya Pancasila ini justru menjadi sarana rekonsiliasi nasional dalam mempersilahkan secara lebar kepada semua pihak termasuk para Ulama, tokoh lintas agama dan para aktivis pro demokrasi bersama merajut persatuan yang kini sedikit robek.

Baca juga :  Polrestro Tangerang Kota Sita 47 Pohon Ganja Siap Panen

Hentikan kriminalisasi terhadap rakyat dan tokoh-ttokoh panutannya dengan tidak adalagi penangkapan-penangkapan yang dipaksakan karena kepentingan para pihak segelintir tertentu dan memulai untuk memprioritaskan kepentingan rakyat banyak. Berikan kepercayaan kepada semua elemen rakyat untuk turut secara aktif membangun bangsa dan negaranya dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing.

Semoga Pancasila kembali dapat menerangi daratan, lautan dan udara Indonesia dan menjadi benteng terakhir dalam menghalau segala ancaman, hambatan dan tantangan dari luar terhadap keutuhan bangsa ini.

Ahmad Sulhy, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru