oleh

Pelaku Aborsi ditangkap Reskrim Polres Tangsel

Tangsel, KICAUNews.Com – Polres Tangerang Selatan melaksanakan Press Release terkait keberhasilan dalam mengungkap kasus Kekerasan terhadap anak di bawah umur dan atau melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto, S.IK,SH,MH di Mako Polres Lt 2 Polres Tangsel, Senin (29/05/17).

Kapolres Fadli Widiyanto didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi A.Alexander, SH,S.IK,MM mengatakan, pelaku berinisial SP (18 Tahun), perempuan dan RK Alias Kikoy ( 20 Tahun ), Laki – laki warga asal Tangsel.

Kronoligis kejadian, Bahwa pada hari Kamis tanggal 18 Mei 2017 sekitar jam 14.00 Wib di Lahan kosong Jl. Talas III  Rt 01/02 Kel  Pondok Cabe Ilir Kec Pamulang KotaTangsel telah ditemukan janin bayi umur 3 bulan dalam keadaan terbungkus kain putih dan dimasukan kedalam plastik. Selanjutnya dari hasil olah TKP serta pemeriksaan saksi-saksi pada tanggal 26 Mei 2017 Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan bersama dengan Unit Reskrim Polsek Pamulang dapat menangkap 2 (dua ) orang pelaku yang melakukan kekerasan dan atau aborsi terhadap janin bayi tersebut.

Modus pelaku, Pelaku SP melakukan aborsi terhadap janin bayi tersebut dengan cara meminum obat Ct yang dibeli oleh Tersangka RK, lalu setelah meminum obat Ct tersebut perut Tersangka SP merasa mulas dan kemudian keluar janin, setelah itu janin tersebut dibungkus kain putih dan dimasukan kedalam kantong plastik yang kemudian kantong tersebut dibuang dilahan kosong Jl. Talas Ill Rt. 01/02 Kel. Pondok Cabe llir Pamulang kota Tangerang Selatan.

Pelaku SP dan RK melakukan aborsi terhadap janin tersebut karena mereka berdua bukanlah pasangan suami istri dan untuk Tersangka SP statusnya adalah masih bersuami tetapi sedang pisah ranjang dengan suaminya, tetapi Tersangka SP menjalin hubungan dengan RK, dan dari hubungan tersebut Tersangka SP hamil, lalu karena takut hubungan kedua pelaku diketahui oleh suami SP karena Tersangka RK masih ada hubungan keluarga dengan suami Tersangka SP maka kedua Tersangka sepakat untuk menggugurkan janin yang sedang dikandung oleh Tersangka SP dengan cara meminum obat Ct.

Baca juga :  Terjadi Perampasan HP di Perempatan Buntu Kemrajen Banyumas

Para Pelaku dijerat pasal 80 ayat ( 3 ) dan atau pasal 77 A UURI No.35 Th 2014 atas perubahan UURI No.23 Th.2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara paling lama 15 Tahun.( Tris )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru