oleh

BPK : Audit Itu Sistem Yang Berjalan Bukan Perindividu

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Pasca dua auditor BPK RI, Rochmadi Sapto Giri dan Ali Sadli yang diduga melakukan transaksi suap dengan pejabat-pejabat di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) terkait pemberian predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan beberapa pekan lalu menjadi issue hangat dan ramai diberitakan. Tetapi, hanya segelintir orang yang tau tengtang Audit BPK.

“Setiap rekomendasi maupun laporan keuangan yang disampaikan BPK merupakan hasil pekerjaan sebuah sistem, bukan individu maupun orang per orang. “Audit di BPK itu sistem, tidak tergantung pada orang per orang,” kata Agung Firman Sampurna ketika dijumpai sesaat setelah Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2016 (LHP LKKL) di Auditorium Pusdiklat BPK, Jakarta Selatan, Senin (29/5).

Terkait kasus tesebut, BPK tidak akan mengaudit ulang kementerian yang disebut-sebut terlibat dalam praktik suap-menyuap. “Yang bersangkutan harus berkonsentrasi dengan kasusnya. Untuk itu akan dibebastugaskan dari jabatannya dan tidak akan ada audit ulang,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Agung menyatakan semua pihak seharusnya tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.(Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru