oleh

Pendiri Unilaki Pecah Kongsi dan Dualisme Rektor, Kubu Ketua Yayasan Lakidende (YL) Basrim Suprayogi Datangi DPR

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Perselisihan dalam yayasan yang menaungi Universitas Lakidende (Unilaki), Kabupaten Konawe semakin memanas bahkan mencapai titik klimaks. Selain upaya saling klaim sebagai pihak pendiri yang sah. situasi kampus makin memanas atas munculnya Dualisme Kepemimpinan Rektor, pro dan kontra antar tenaga pengajar (dosen) sampai adanya Ijazah Sarjana Unilaki Lulusan 2010-2016 Diduga Tidak Sah sampai Tiadakan Wisuda Sampai 2018.

Polemik terjadi didasari munculnya akte baru pada tahun 2010, Hj Siti Aminah yang tak lain istri Ketua Yayasan Lakidende secara diam-diam menghadap ke notaris pengganti Ina Kartika, SH, di Makassar untuk membuat akta pendirian yayasan baru yang bernama Yayasan Lakidende Razak Porosi (YLRP) dengan akta nomor 01 tahun 2010, tepatnya tanggal 5 Juli 2010. Sebelumnya diketahui Yayasan Lakidende dengan akta notaris nomor 10 tahun 1995 sesuai SK Mendikbud RI Nomor 02/D/O/1996.

Pasca munculnya Akte Baru, Kampus Universitas Lakidende (Unilaki) sudah hampir 7 tahun lebih kisruh dengan dualisme kepengurusan yayasan yang sama-sama mengangkat Rektor yang berbeda.

Hingga saat ini, ada dua Rektor di Universitas tersebut dengan yayasan penyelenggara pendidikan tinggi yang berbeda di satu kampus. Dimana rektor saat ini adalah Dr. Arifin Banasuru, dari yayasan Lakidende, serta Prof. Laode Masihu Kamaluddin, dari yayasan Lakidende-Rasak Porosi

Menyikapi tumpang tindih akte, Ketua Yayasan Lakidende (YL) Basrim Suprayogi bersama Rektor Unilaki Dr. Arifin Banasuru versi Akte Notaris Nomor 10 Tahun 1955 sambangi Parlemen untuk menyampaikan hal tersebut kepada Komisi X DPR RI.

Rektor Unilaki Dr. Arifin Banasuru mrnuturkan, polemik di internal perguruan tinggi itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Selain sudah terjadi pelanggaran hukum dan pembohongan publik, masa depan alumnus juga dipertaruhkan di bursa kerja karena legalitas mereka yang bisa saja dipertanyakan.

Baca juga :  Rumah Memprihatinkan Warga Laikang Butuh Batuan Pemerintah

“Karena itu kami meminta kepada bapak Menristekdikti dan DPR RI untuk turun tangan dan bersikap tegas menyelesaikan persoalan ini,” terang Arifin.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lakidende, Basrim Suprayogi, mengungkapkan Yayasan Lakidende yang berdiri pada tanggal 6 April 1995, nomor 10 tahun 1995 melalui notaris Ny Rachmawati Hambu, SH, adalah pengelola Unilaki yang sah. “Saat Yayasan Lakidende digagas, saat itu ada 17 anggota Badan Pendiri. Diawal pendiriannya, Yayasan Lakidende diketuai oleh Drs. H Abdul Razak Porosi,” Tegas Ketua Yayasan Lakidende, Basrim Suprayogi.

“Pengesahan Yayasan Lakidende pada 18 april 1995 di Pengadilan Negeri Kendari nomor Leg. 51/11/10/1995. Setelah berdiri, Yayasan Lakidende kemudian mendirikan Universitas Lakidende selanjutnya disebut Unilaki dengan SK Mendikbud RI Nomor 02/D/O/1995, tanggal 22 Januari 1996 yang diselenggarakan oleh Yayasan Lakidende Unaaha di Kendari,” Pungkasnya. (Red/berbagai sumber)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru