oleh

Begini Pernyataan GMKI Soal Bom Bunuh Diri

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Teror brutal terjadi beberapa hari sebelum bulan puasa umat Islam dan sehari sebelum hari kenaikan Yesus Kristus. Hal ini menunjukkan tindakan terorisme merugikan semua pihak dan tidak merepresentasikan karakter bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Sahat Martin Philip Sinurat dalam keterang tertulisnya, Kamis (25/05) sebagaimana diterima dapur redaksi kicaunews.com.

Sahat menjelaskan, semua agama tidak membenarkan tindakan kekerasan yang bahkan sampai merenggut nyawa manusia. “Bangsa Indonesia harus bersatu melawan gerakan terorisme dan radikalisme yang mengorbankan anak-anak bangsa kita.” Jelas Sahat dalam keterangan tertulisnya.

Diketahui, Rabu (24/05) sekitar pukul 20.30. Wib. Telah terjadi peledakan bom di terminal Kampung Melayu Jakarta Timur. Akibat kejadian tersebut, telah banyak merenggut korban jiwa dan korban luka-luka.

Maka, melihat kondisi tersebut, berikut ini pernyataan sikap Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.

1. Menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada para korban dan keluarga korban yang beberapa di antaranya adalah anggota kepolisian RI. Kami menyesalkan dan mengecam keras kelompok ataupun oknum-oknum yang menyebabkan terjadinya tindakan terorisme yang sangat tidak manusiawi ini.

2. Menyayangkan Badan Intelijen Negara (BIN) yang tidak mengantisipasi kejadian tersebut, dan kami meminta pemerintah, POLRI, BIN, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan tindakan yang cepat, berani, dan terukur untuk mengidentifikasi jaringan pelaku terorisme agar tindakan teror ini tidak meluas ke daerah lainnya di Indonesia.

3. Mengajak para pemuda, para pemimpin agama, dan semua lapisan masyarakat untuk tidak takut dan bersatu menghadapi gerakan terorisme dan radikalisme yang sangat jelas merusak persatuan dan perdamaian bangsa Indonesia. Mari kita bahu-membahu membangun kembali bangsa Indonesia yang dikenal guyub, damai, dan toleran.

Baca juga :  Kelompok Cipayung Bicara Pancasila, Apa Katanya ? 

4. Menghimbau untuk semua lapisan masyarakat agar tidak memviralkan foto atau video korban, untuk menghormati korban dan keluarganya serta tidak turut memperluas tujuan teror tersebut.

5. Meminta pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, pimpinan militer dan kepolisian, serta semua elit politik, agar tidak mengeluarkan pernyataan atau ujaran yang meyinggung SARA dan dapat disalahartikan, serta menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Pemerintah harus bertindak tegas terhadap berbagai ujaran dan tindakan intoleran, baik yang dilakukan oleh oknum pemerintah ataupun masyarakat. (Red, Haji Merah/Kicaunews.com).

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru