oleh

Soal Peredaran Miras di Tangsel, Tanggapan Airin Normatif

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Adanya Peraturan Daerah yang mengatur secara spesifik mengenai peredaran minuman beralkohol sebagaimana diatur dalam Perda No 4 Tahun 2014 di Pasal 22 rupanya belum bisa menekan jumlah peredaran miras di Tangerang Selatan.

Walikota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmi Diany menjelaskan masyarakat kota Tangerang Selatan tidak mau adanya legalisasi miras di Tangsel, meskipun ada beberapa permintaan untuk hotel bintang 3,4,5 namun Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih mengkaji permintaan tersebut.

“Kita tidak boleh berhenti, tidak boleh menyerah untuk menegakan hukum perda, masyarakat Tangsel tidak mau itu (Legalisasi Miras) tapi ada beberapa permintaan, untuk hotel bintang 3,4,5 ini sedang kita kaji.” ujar Airin Rachmi Diany.

Tapi disatu sisi, tambah Airin, Peraturan Daerah tumbuh, hadir dan ada,catas permintaan dari masyarakat yang disahkan oleh pemerintah dari DPRD dan Pemkot, jadi otomatis masyarakat tidak mau ada miras di tangerang selatan.

Ibu Walikota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmi Diany, Selain Menjabar Sebagai Walkot, Ibu juga saat ini menjadi ketua DPD II Partai Golkar kota Tangerang Selatan. (28/04/2017).

“Kuncinya satu, kita tidak boleh menyerah kita terus berusaha berupaya agar terus melakukan tindakan agar memiliki efek jera, disatu sisikan ada suplay dan demand jadi kadang kadang masyarakatnya sendiri yang nyari (Miras) akhirnya ada produsen yang menjual.” tambah Airin.

Diketahui, dalam acara HUT Satpol PP kota Tangerang sebanyak ribuan botol minuman keras hasil razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja kota Tangerang Selatan, dan Polres Tangerang Selatan dimusnahkan oleh Pemerintah kota Tangerang Selatan.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widyanto menjelaskan, peredaran miras di Tangsel memang tidak bisa dipungkiri, sebab suply dan demand yang jelas menguntungkan banyak menguntungkan para penjual, dan itu sebabnya peredaran miras tidak pernah selesai.

“Masih adanya peredaran miras itu karena mudah, tidak bisa dipungkiri bahwa ketika masyarakat banyak pikiran masyarakat akan lari ke minum minuman, kedua untuk meningkatkan mental, yang ketiga mereka sudah edik, ketika mereka tidak minum gatal gatal sehingga ini sudah edik mereka jika tak minum akan mencarinya.” jelas AKBP Fadli.

Baca juga :  Dikeroyok Semua Partai, Airin Bantah Golkar Jadi Musuh Bersama di Pilkada Tangsel 2020

Diketahui, sebanyak 26 ribu botol miras dimusnahkan diacara HUT Satpol PP kota Tangerang Selatan, dari jumlah 26 ribu botol miras tersebut, sebanyak 2.800 botol hasil dari razia yang dilakukan oleh Polres dan jajarannya.

“Razia mitas akan terus dilakukan, karena itu tugas kita, tentunya dengan miras ini terus kita lakukan terus kita lakukan razia, karena iti tugasnya kita, jadi miras ini adalah hal yang harus dihindarkan oleh masyarakat.” ujar AKBP Fadli. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru