oleh

Mengaku Menemukan Bayi di Jalanan, Ternyata Bayinya Sendiri

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan Selatan, AKP Alexander menghimbau kepada masyarakat, agar segera melaporkan setiap temuan atau dugaan terjadinya tindak pidana yang ada di lingkungan serta lebih mengawasi perubahan tubuh anak anaknya dan mengawasi pergaulan untuk mencegah hal-hal yang negatif.

Adanya penemuan bayi oleh seorang perempuan berinisial A.R, pada Senin (08/05) di Jl. Viktor Serpong Tangerang Selatan, sebagaimana hasil penyidikan merupakan bayi yang dilahirkan dari rahimnya sendiri (A.R), dari hasil hubungan dengan inisial (Y.D).

Sebagaimana yang diterangkan dalam Pers Release Polres Tangerang Selatan, rabu (24/05), pada hari senin tanggal 8 Mei 2017 unit reskrim polsek Ciputat mendapatkan informasi bahwa ada penemuan bayi, yang selanjutnya di serahkan ke rumah sakit BH Kedaung Ciputat.

Atas Informasi tersebut unit reskrim polsek Ciputat melakukan cek TKP di RS tersebut dan melakukan penyelidikan, dan diketahui bahwa bayi itu informasinya di temukan oleh seorang perempuan dan Iaki-Iaki di sekitaran perempatan Viktor Serpong.

Melihat hal tersebut, Unit Reskrim Serpong segera melakukan penyelidikan dan akhirnya diperolehlah Informasi, tentang siapa yang nenemukan bayi tersebut. Polisi pun melakukan olah TKP, sebagaimana hasil temuan dalam penyidikan, kondisi bayi tersebut ditemui kejanggalan.

Lalu polisi pun melakukan pemeriksaan secara mendalam kepada AR dan YD, serta melalukan pemeriksaan secara medis terhadap perempuan yang menemukan bayi tersebut. Pelaku saat ini dua duanya masih berstatus sebagai mahasiswa/mahasiswi.

Pelaku. Laki-laki dan Perempuan. Masih Kuliah.

Melihat hal tersebut, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widyanto menghimbau kepada semua remaja, jika memang sudah mampuh silahkan bicara dengan orang tuanya masing-masing, jalankan perintah dan syariat agama, menikah.

“Kepada semuanya jika memang sudah mampuh, silahkan bicara dengan orang tuanya, jalankan perintah dan syariat agama menikah, sehingga ketika terjadi seperti ini tidak bingung, karena menikahnya sendiri diluar pengetahuan orang tua.” jelas AKBP Fadli saat konferensi persnya. Rabu (24/05).

Baca juga :  Kapolres Tangsel bersama PMII Cab Ciputat gelar sholat Ghoib dan doa bersama Untuk Bangsa

Diketahui, Pelaku dijerat UURI No 35 tahun 2014, atas perubahan UURI No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun, atau denda paling banyak 100 juta rupiah. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru