oleh

Disebut Kota Tak Layak Anak, Begini Komentar Kapolres Tangsel

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Dalam dua tahun terakhir ini, angka kekerasan pada anak di kota Tangerang Selatan terus kembali terjadi. Pada tahun 2016, sebagaimana dikemukakan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kota Tangerang Selatan, secara keseluruhan sebanyak 136 kasus, untuk kasus kekerasan anak sebanyak 92 kasus.

Sementara pada tahun 2017, angka kekerasan pada anak yang baru diterima oleh P2TP2A dari 1 Januari sampai 16 mei, sebanyak 32 kasus terhadap perempuan dan 21 kasus terhadap kekerasan pada anak. Ada pun kualitas kasus terus mengalami peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widyanto menjelaskan, sebetulnya masalah kota layak anak bukan terletak pada masalah tidak adanya kegiatan kriminalitas pada anak, tetapi adanya sarana dan prasarana yang kemudian menjadi komitmen yang itu disebut kota layak anak. 

“Jadi untuk kota layak anak itu, ibu wali juga sampaikan bahwa, kota layak anak itu komitmen dari instansi terkait, kepolisan, dan pemda kemudian lingkungan kota layak anak, dengan semakin carenya orang tua, terhadap kasus kekerasan anak menjadi terungkap.” kata AKBP Fadli Widyanto, Rabu, (24/05) saat dimintai keterangan usai menggelar konferensi pers di Mapolres Tangerang Selatan.

Dengan adanya slogan kota layak anak, tambah AKBP Fadli, kemudian akam menjadi peningkatan whare dan peningkatan kepedulian dari orang tua kepada anak, sebab masalah kota layak anak bukan terletak pada tidak adanya kriminalitas pada anak, tapi lebih pada adanya sarana dan prasarana yang kemudian menjadi komitmen.

“Kota layak anak ini sebenarnya bukan zero kriminalitas, tetapi kesiapan dari instansi lembaga ini, terkait dengan komitmen bagaimana caranya untuk lebih memperhatikan anak.” tambah Kapolres Tangerang Selatan, kepada wartawan kicaunews.com. 

Baca juga :  Terkait Keterlibatan PNS di LSM, Belum Ada Komentar Dari Airin

Menurut saya, lanjut AKBP Fadli, jika kota layak anak di Tangerang Selatan dibalik menjadi kota tidak layak anak, itu tidak tepat. Kecuali apabila lembaga dan institusinya acuh tak acuh terhadap kekerasan anak.

“Jika dibalik menjadi, kota Tangsel itu tidak layak anak, itu tidak tepat menurut saya, justru sogan kota layak anak itu sebenarnya lebih care untuk anak ke orang tua, terkait dengan kriminalitas itu tugas kita, dan hukum pelaku pelaku kekerasan pada anak dengan seberat beratnya.” lanjut Kapolres Tangerang Selatan.

Sekedar Informasi, UU No. 35 Tahun 2014 Pasal 76 C, dijelaskan bahwa, setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada komentar maupun tanggapan Walikota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmi Diany, atau Dinas terkait, maupun P2TP2A kota Tangerang Selatan yang konsen membidangi masalah pengawasan, dan rehabilitasi pada masalah kekerasa pada anak maupun kekerasan pada Perempuan. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru