oleh

26 Ribu Botol Miras Dimusnahkan, Pengamat : Perda Miras Harus Membumi

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Meskipun di kota Tangerang Selatan, sudah ada aturan tentang pelarangan beredarnya minuman beralkohol, sebagaimana diatur dalam Perda No 4 Tahun 2014 Pasal 122. Namun dalam kenyataannya peredaran miras di Tangsel masih marak terjadi.

Walikota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmi Diany, mengakui peredaran minuman kerasa di wilayahnya akan selalu ada, seiring dengan permintaan miras yang juga begitu tinggi.

“Pasti itu akan selalu ada, satu sisi ada suplay dan demand. Jadi masyarakat sendiri nyari. Tapi kalau masyarakatnya sesuai Moto Tangsel, cerdas modern dan religius. Serta tidak mau melanggar larangan agama masing-masing, Tangsel bebas miras,” ujar Airin, Selasa (23/05) usai menjadi pembina upacara diacara HUT Satpol PP, di lapangan Cilenggang.

Selain itu, Airin juga menjelaskan tak akan mundur dalam menindak tegas peredaran miras di wilayahnya. “Pada intinya bagaimana Kita tidak boleh berhenti, tidak boleh menyerah untuk terus melakukan penindakan hukum atas perda yang ada,” jelas Airin.

Menanggapi hal tersebut di tempat terpisah, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Provinsi Banten, Son Haji Ujaji menuturkan, adanya Perda miras di Tangsel perlu diapresiasi, namun pemerintah juga harus insentif jangan karena menjelang bulan ramadhan miras dihancurkan, bulan-bulan biasa juga harus dilakukan.

“Perda No 4 Tahun 2014, harus di tindak lanjuti, dengan langkah-langkah strategis dari Pemerintah kota Tangerang Selatan untuk pemberantasan peredaran Miras di wilayah tangsel, sehingga kehadiran Perda itu bisa membumi.” tutur Son Haji.

Dosen Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menambahkan, masalah peredaran miras harus menjadi catatan Pemkot Tangsel, artinya tidak melulu menjelang ramadhan miras dimusnahkan, pemusnahan miras juga harus dilakukan oleh pemerintah, pada bulan-bulan lainnya.

Baca juga :  138 Lulusan SMK Farmasi Tangerang 1 Siap Masuki Dunia Kerja dan Melanjutkan Keperguruan Tinggi

“Harus menjadi catatan bahwa pemerantasan peredaran miras, tidak saja melulu dilakukan jelang Ramadhan, tapi harus juga intensif dilakukan pada bulan-bulan lainnya, kalau tidak mau dikatakan bahwa Perda no 4/2014 Kota Tangsel ini mandul.” tambah Son Haji.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 26 ribu botol minuman beralkohol atau Miras hasil sitaan di Tangerang Selatan dimusnahkan, menggunakan buldozer, diacara HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Tangerang Selatan. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

2 comments

Berita Terbaru