oleh

KEMBALI TERJADI….!! ANAK GADIS DIBAWAH UMUR MENJADI KORBAN KEJAHATAN EXPLOITASI ANAK.

Jakarta, KICAUNews.com- Human Trafficking/Ekploitasi anak kembali terjadi, hal ini menimpa seorang remaja puteri (AP) berusia 14 Tahun menjadi korban kasus perdagangan anak di bawah umur, oleh pelaku yang di duga merupakan sindikan jaringan kejahatan Exploitasi anak.

Kejadian bermula pada saat itu tepatnya tanggal 22 Maret 2017, pukul 20.00 Wib, Korban AP di ajak oleh teman nya Si, Re, dan Ad. Setelah ketemu mereka mengajak AP ke daerah Senen menggunakan kendaraan angkot putih yang di sopiri oleh Ad. Tanpa memberitahu kepada AP maksud dan tujuan nya. Sesampainya di daerah Senen Ad menurunkan AP, Re, dan Si sekitar pukul 22:30 Wib. Sambil menunggu seseorang di tempat itu AP sama sekali tidak mengetahui rencana kedua orang tersebut.

Selang hampir dua jam lamanya mereka menunggu, kemudian datanglah seorang pria dan menghampiri mereka, dan langsung mengatakan “mana bocahnya”….? Re dan Si langsung menjawab “tuh” sambil menunjuk ke arah AP. Sekitar pukul 01:00 Wib dini hari. AP di bawa oleh temen nya Re dan Si ke suatu Rusun di daerah Senen, setibanya di sana, AP di kenalkan dengan seorang pria yang tidak di kenalnya, dan AP langsung di tinggalkan oleh teman nya Re dan Si dan mereka kembali menunggu di daerah Gaplok Senen.

Pada ke-esokan harinya tepatnya tgl 23 Maret 2017 Pukul 07:00 Wib pagi hari, AP meninggalkan Rusun dan langsung menaiki Taxi Blue Bird sambil menangis. AP di bayar dengan sejumlah uang sebesar 600 ribu rupiah, dan uang itu harus di bagi kepada Re dan juga Si. Setelah kejadian tersebut si Korban menceritakan kejadian yang menipanya, orang tua korban pun tidak terima anaknya menjadi korban kejahatan kasus perdagangan anak di bawah umur, dan orang tua korban langsung melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib dan saat ini masih dalam penanganan pihak berwajib.

Baca juga :  Kapuspen Kemendagri Sebut Sosialisasi dan Edukasi Covid-19 Tanggung Jawab Bersama

Saat di konfirmasi oleh sejumlah wartawan dan di mintai keterangan, Isram sebagai Kuasa hukum korban mengutuk keras perbuatan para pelaku yang telah memperdagangkan manusia apalagi usia korban masih sangat belia dengan usia saat ini sekitar14 tahun .
“Kami berharap kepada aparat penegak hukum, kepolisian Polda metro jaya untuk segera mengusut tuntas kasus ini smpai kepada jaringannya” terangnya. Isram juga menambahkan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun mendungkung upaya dan langkah kami, dan mereka akan memantau serta bersurat pada instansni pengak hukum untuk mengusut kasus ini hingga tuntas, dan menyarankan serta berharap semoga kasus ini dapat segera terungkap dan para pelaku di beri hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Semoga korban mendaptakan rasa keadilan, tutupnya.(Uthe-Tris)

Amelia Puteri = Ap (korban)
Sindi = Si
Reni = Re dan
Adit = Ad

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru