oleh

Harga Bapok di Tangsel Stabil, Pengamat Ingatkan Pemerintah Harus Tetap Waspada

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Pemerintah kota Tangerang Selatan melalui Dinas Industri dan Perdagangan akan melakukan intervensi harga jika pelaku usaha yang menjual bahan pokok melebihi harga normal. Intervensi harga tersebut akan dilakukan disemua pasar oleh pemerintah, baik di pasar tradisional maupun pasar modern, demi tewujudnya stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan ramadhan.

Berita Terkait : 25 Persen Harga Bapok Naik, Disperindag Tangsel Siap Turun Ke Pasar 

Daging Segar dan Beku Ada di Pasar, Disperindag Tangsel : Kita Prioritaskan Daging Segar 

Ketua Bidang Industri Perdagangan Dinas Industri dan Perdagangan kota Tangerang Selatan, Feri Fayakun menuturkan para pedagang di pasar dalam menjual harga bahan pokok harus menggunakan standar minimal dan tidak boleh menjual harga melebihi 25 persen dari harga penjualan normal.

“Kita ada yang namanya standar mininal namanya, jadi dia itu gak boleh melebih 25 persen harga penjualan, kalau melebih 25 persen kita intervensi nanti bekerja sama dengan bulok disitu kita operasi pasar.” ujar, Feri Fayakun, Senin (22/05) saat disambangi wartawan kicaunews.com di Hotel Palanaya BSD Serpong, Tangerang Selatan.

Kepada wartawan Feri menjelaskan, menjelang ramadhan Disperindag kota Tangsel tengah mempersiapkan bazar murah yang itu menjual harga bahan pokok dengan harga murah dan terjangkau, sebagai langkah untuk menstabilkan harga di pasaran.

“Kita juga tengah mempersiapkan bazar di bulan ramadhan, menjual kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, bulan puasa ini rencananya, awal dan akhir, maksudnya untuk menjaga stabilitas harga,” jelas Feri kepada wartawan.

Acara bazar murah ini, lanjut Feri rencananya akan bekerja sama dengan Polres Tangsel, supaya nanti tidak ada penimbunan atau pun penggudangan barang, dan barang yang ada harus normal dan langsung di jual dan itu diawasi terus oleh Disperindag Tangerang Selatan.

Baca juga :  Menjelang Idul Fitri, Harga Daging Stabil, HMB: Pemeritah Harus Tetap Waspada

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Djaka Badranaya menjelaskan, biasanya menjelang bulan ramadhan potensi permintaan mengalami peningkatan, dan potensi tersebut perlu diantisipasi dengan cara memastikan suply pasokan agar terjadi stabilitas harga. Jelang Ramadhan Inflasi Meningkat, Disperindag Tangsel Lakukan Pengawasan 

“Dalam momentum menjelang ramadhan dan lebaran, biasanya trend data menunjukan inflasi meningkat, hal ini wajar sebab potensi permintaan mengalami peningkatan, namun meskipun begitu, perlu antisipasi dengan memastikan arus suply pasokan mencukupi agar terjadi kestabilan harga di pasar,” jelas Djaka, Senin (22/05) saat dimintai komentar oleh wartawan di tempat terpisah.

Samping Kiri, Kepala Bidang Industri Perdagangan, Dinas Industri dan Perdagangan kota Tangerang Selatan, H. Feri Fayakun. Diacara Bimtek, Gugus Kendali Mutu, yang di Laksanakan oleh Dinas Industri dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Industri Kecil di Tangsel. Dok. Istimewa. Red. Kicaunews.com. Senin (22/05).

Kepada wartawan, dalam pesan Wats Appsnya Djaka menjelaskan, yang harus diwaspadai oleh pemerintah, jika permintaan dan penawaran normal adalah peluang pelaku usaha, dalam memanfaatkan moment ramadhan dan lebaran, untuk meraup keuntungan denhan memainkan jumlah pasokan harga.

“Potensi ini, perlu diwaspadai, sebab efek psikologi harga ini yang kadang kala dimanfaatkan oleh pelaku usaha, pastikan pasokan dan deteksi sumbatan pasokan baik dari hulu produksi,” jelas Djaka.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada harga bahan pokok menjelang ramadhan, selain itu Pemerintah Pusat juga telah mempersiapkan stok daging baik daging segar maupun daging beku, untuk mengantisipasi melonjaknya harga daging menjelang ramadhan dan lebaran. 

Selain itu, melalui HET Pemerintah Pusat juga telah memastikan harga daging, baik harga daging segar maupun daging beku tidak mengalami kenaikan harga, ada pun harga daging dipasaran berkisar dengan harga 80 ribu perkilo. Sebagaimana telah diatur dalam Permendag No 4 Tahun 2015.

Disamping itu pemerintah juga dalam mengantisipasi stok daging, telah mengimpor daging dari dua negara, diantaranya dari India dan Australia.

Baca juga :  Sambut Tahun Baru 2020 Anggota Lanud Adi Soemarmo, Ikuti Doa Bersama

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik, Djaka Badranaya, menilai kebijakan Pemerintah Pusat dalam jangka pendek bisa menjadi solusi, tapi meskipun begitu, perlu ada keberpihakan untuk kedepannya, untuk kembali melakukan penguatan pada sektor Pertanian dan Peternakan.

“Dalam jangka pendek bisa jadi solusi, tapi perlu keberpihakan ke depannya untuk penguatan di sektor pertanian dan peternak, ditetapkannya HET untuk mengendalikan perilaku harga agar semua pihak terjaga kepentingannya, meskipun terkadang pasar suka distorsi,” papar Djaka. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru