oleh

Daging Segar dan Beku Ada di Pasar, Disperindag Tangsel : Kita Prioritaskan Daging Segar

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Stok daging beku maupun daging segar di dalam negeri yang telah disiapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan, menjelang bulan ramadhan sejauh ini sebanyak 354 ribu ton setara indukan sebanyak 157 ekor.

Persiapan ini dilakukan sebagai salah satu langkah pemerintah dalam mengantisipasi melonjaknya harga Bahan Pokok pada bulan ramadhan.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah kota Tangerang Selatan, melalui Dinas Industri dan Perdagangan menjelaskan stok daging di kota Tangsel, selama bulan ramadhan cukup dan yang akan dijadikan prioritas adalah stok daging segar, sebab stok daging segar di Tangsel tergolong banyak.

“Untuk di Tangsel yang di prioritaskan daging segar, karena stok kita (daging) banyak, ada dari kabupaten tapikan kita memberikan pilihan kepada masyarakat, mangga (silahkan) saja mau daging beku atau daging segar.” papar, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan Malik Kuswari.

Berita Terkait : 25 Persen Harga Bapok Naik, Disperindag Tangsel Siap Turun Ke Pasar 

Saat ditemui wartawan kicaunews.com, Senin (22/05) di Hotel Pranaya, BSD Serpong Tangerang Selatan, Malik Kuswari menjelaskan prioritas daging segar ini sangat penting, sebab Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dikeluarkan oleh Departemen Pusat untuk daging-daging tertentu seperti daging beku.  Jelang Ramadhan Inflasi Meningkat, Disperindag Tangsel Lakukan Pengawasan 

“Daging juga daging yang fresh (Segar) yang het itu yang dikeluarkan oleh departemen pusat, itu hanya daging-daging tertentu, seperti yang kita dengar daging yang sudah beku, itu semuanya standar, yang tidak sehat, itu yang tidak standar, tapi kita tetap menyediakan silahkan, kita tidak bisa membatasi standar,” jelas Malik Kuswari saat dimintai keterangan oleh wartawan, terkait kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Baca juga :  Dianggap Tidak Subtansial, HMI Ciputat Kritik Program Kerja PB HMI

Selain itu, Kuswari juga optimis untuk kota Tangerang Selatan, stok daging akan cukup sampai lebaran, tak hanya daging untuk kebutuhan yang lain juga masih cukup tapi untuk beberapa hari saja, sebab untuk kota Tangsel saat ini belum mempunyai gudang.

“Saya yakin untuk tangsel masih mending lah, semoga cukup di bulan romadon, mudah mudahan cukup stok sampai lebaran. Stok bahan kebutuhan yang lain banyak, tapi untuk beberapa hari saja, kenapa karena tangsel tidak mempunya gudang. Untuk penyimpanan. Tapi stok kita ada di kabupaten dan di Jakarta.” ujar, Malik Kuswari. Harga Bapok di Tangsel Stabil, Pengamat Ingatkan Pemerintah Harus Tetap Waspada 

Selain itu, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan ini juga lebih lanjut menjelaskan, untuk di kota Tangerang Salatan, penyediaan barang yang berkualitas akan menjadi prioritas pemerintah, sebab masyarakat di Tangsel tergolong masyarakat yang mampuh.

“Jadi kita menyediakan barang yang berkualitas, kalau DKI dan Tangsel tidak usah di khawatirkan karena masyarakatnya mampuh. Jadi tidak ada alasan pemerintah meragukan stok pangan di tangsel, kecuali Impor, untuk di Tangsel tidak ada Impor. Kalau ada keterbatasan bahan pokok kami siap turun,” jelas Kuswari.

Senada dengan Kuswari, Ketua Bidang Perdagangan Industrian, Feri Fayakun menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di kota Tangerang Selatan paling tinggi di Indonesia, sebanyak 7,25 persen, Disperindag dari sektor perdagangan sebanyak 25 perseb dan perindustrian sebanyak 13 persen, meskipun begitu Disperindag akan tetap menjaga stabilitas harga.

“Kota Tangsel itu pertumbuhan ekonominya sebanyak 7,25 persen, paling tinggi. Nah dari disperindag dari sektor perdagangan sebanyak 25 persen, dari perindustrian sebanyak 13 persen, tapi kita tetap menjaga stabilitas harga, itu dijamin akan kita monitor terus itu bukan basa basi.” jelas Feri, Tegas. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru