oleh

Masalah Smart City di Tangsel, Airin dan Pengamat Beda Pendapat

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Penerapan Smart City (Kota Pintar) di Indonesia dinilai sebagai salah satu design tepat untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat, selain itu penerapan Smart City juga sebagai langkah untuk mendorong masyarakat lebih aktif lagi dalam merespon pembangunan serta akselerasi pembangunan.

Gagasan Smart City untuk di kota Tangerang Selatan ini muncul sejak tahun 2012, sejauh ini sudah banyak perubahan-perubahan yang dilakukan di Tangerang Selatan, sejak diterapkannya Smart City, sebagai salah satu contohnya yang sudah diterapkan adalah E-Musrenbang.

Dengan adanya konsep Smart City tersebut, pelayanan publik bisa lebih meningkat dan juga masyarakat sendiri bisa merasa aman, nyaman karena kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah. Sekarang kota–kota yang ada di Indonesia harus bisa menjadi Smart City.

Demikian disampaikan Walikota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmi Diany, diacara seminar Smart City Region, Creating New Business Oportunities, yang diselenggarakan oleh Tempo, di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Acara Seminar, Smart City, yang digelar oleh Tempo. Dok. Istimewa. Red. Kicaunews.com

“Sekarang kota – kota yang ada di Indonesia harus menjadi Smart City (smart people, smart government, smart economy), tentunya sebagai salah satu hal untuk memperpendek jalur birokrasi sehingga kami memudahkan pelayanan terhadap masyarakat dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan agar ada percepatan akselerasi pembangunan.” ujar Airin Rachmi Diany.

Dengan adanya Smart City ini, Airin berharap pelayanan publik bisa lebih meningkat dan juga masyarakat sendiri bisa merasa aman, nyaman karena kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik di Provinsi Banten, Son Haji Ujaji menjelaskan, penerapan Smart City di Tangerang Selatan harus dibarengi dengan terampilnya pegawai pemerintah, terutama dalam menggunakan media yang berbasis komputerisasi.

Baca juga :  Siaga SAR Brimob Polda Jabar Guna Antisipasi Bencana Alam Di Jawa Barat
Airin Rachmi Diany dan Pengusaha.. Dok. Istimewa. Red. Kicaunews.com

“Penerapan Smart City harus dibarengi dengan kemampuan birokrat dalam menangkap kemajuan teknologi informasi (IT), sebab tanpa penguasaan IT, maka program smart city akan susah utk di implementasikan.” jelas Son Haji, Minggu (21/05) saat dihubungi wartawan kicaunews.com

Selain itu, tambah Son Haji, yang harus dibenahi secara mendasar oleh pemerintah dalam penerapan Smart City, adalah perbaikan mental para birokrat agar sadar akan tugas dan perannya sebagai pelayan publik, serta penguasaan Teknologi Informasi oleh birokrat, agar cita-cita government is public services, bisa terwujud.

“Ambil contoh di Tangsel, masalah pelayanan pembuatan KTP, saat ini sudah berbasis di kecamatan, ini pun belum efektif, karena sangat minim sekali jumlah pegawai yang paham teknologi informasi, sehingga dalam penanganan masih bisa satu sampai dua minggu,” tambah Son Haji.

Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga lebih lanjut menjelaskan, jika Sumber Daya Manusianya (SDM) sudah mumpuni, maka penerapan Smart City di Tangerang Selatan akan bisa diterapkan dan bisa mempercepat proses pembangunan. Saat ini penerapan Smart City di Tangerang Selatan masih jauh dari harapan, dan pemerintah harus mengkaji lebih mendalam lagi tentang penerapan Smart City tersebut.

“di Tangsel sendiri, masalah Infrastruktur, madalah IT, masih jauh untuk bisa dikembangkan menjadi model Smart City secara keseluruhan, pemerintah harus melakukan kajian yang mendalam tentang penerapan smart city di kota Tangerang,” jelas Son Haji.

Bila kajian ini sudah dilakukan, masih lanjut Son Haji, maka akan diketahui hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dan dimatangkan oleh pemerintah kota Tangerang Selatan dalam rangka penerapan konsep smart city.

Sebagaimana diketahui, dalam acara seminar tersebut, dihadiri oleh, CEO Frontier Group Handi Irawan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, perwakilan dari perusahaan yang terkait dengan pengembangan smart city, yaitu dari PT Aplikanusa Lintasarta, Direktur Utama PT Aino Indonesia, Hastono Bayu Trinanto, Bank Mandiri, Presiden Direktur JNE, Direktur PT. Lintasarta Arya N. Soemali dan juga Walikota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmi Diany, SH. MH. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru