oleh

Dari 136 kasus Ada 95 Kasus Kekerasan Anak di Tangsel: Begini Tanggapan P2TP2A

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Meningkatnya angka kekerasan seksual kepada anak, baik secara kuantitas maupun secara kualitas membuat status kota Tangerang Selatan sebagai kota layak anak tercoreng.

Berdasarkan laporan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak kota Tangerang Selatan, kasus kekerasan pada anak yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Untuk tahun 2016, P2TP2A kota Tangsel menangani kasus kekerasan sebanyak 136 kasus dan 93 kasus itu diantaranya adalah kasus yang terjadi pada anak anak, sementara kasus kekerasan yang diterima tahun 2017 sebanyak 32 kasus kekerasan, dengan jenis kasus yang beragam baik secara kualitas maupun kuantitas.

Demikian disampaikan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kota Tangerang Selatan, Herlina Mustikasari, Jumat (19/05) saat dimintai keterangan oleh wartawan kicaunews.com, di Jl. Ciater Tangerang Selatan.

“Kasus yang kami terima tahun 2017 sebanyak 32 dan itu paling banyak kasus anak, tahun 2016 kemarin ada 92 kasus dengan jumlah keseluruhan 136 kasus. Jadi kasus kekerasan pada setiap tahunnya meningkat, dan jenis kasusnya beragam, baik secara fisik, psikis mapun seksual, saat ini ada juga remaja yang membuang bayi.” kata, Herlina Mustikasari.

Sebelumnya pada tahun 2017, beberapa hari lalu Kapolres Tangerang Selatan merilis 7 kasus kekerasan dan pencabulan anak dibawah umur, dari 7 kasus tersebut 4 kasus terjadi di kota Tangerang Selatan.

“Dari 7 kasus yang ditangai kapolres Tangsel, 4 kasus itu ada di Tangsel, sebelumnya bulan kemarin ada 1 kasus yang tak terungkap,” ujar Herlina.

Sebagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak kota Tangerang Selatan, tidak akan membicarakan kasus klient yang sedang ditangani, sebab sebagian besar kasus yang di tangani P2TP2A adalah kasus anak anak yang harus dilindungi sebagaimana diatur dalam UU.

Baca juga :  Meningkatnya Kasus Kekerasan Pada Anak, Ini Pernyataan P2TP2A Kota Tangsel

“Tangsel inikan kecil, kalau ada sumber yang mengetahui data dari pada para korban, itu akan tersebar cepat dan akan mempengaruhi tumbuh kembang mereka (korba). Jadi kita tidak pernah membicarakan kasus. Saya pun sebagai ketua tidak mempunyai data yang saya simpan secara pribadi, karena ada SOP yang telah kita sepakati.” ujar Herlina.

Selain itu, Herlina juga menjelaskan kasus kekerasan pada anak terjadi bukan hanya di Tangerang Selata, tapi diseluruh Indonesia, dan P2TP2A kota Tangerang Selatan menyadari masalah kekerasan adalah problem bersama.

Meningkatnya angka kekerasan pada anak secara kualitatif dan kuantatif, disebabkan karena kemajuan teknologi yang sangat luar biasa, dan masalah internal keluarga asuh yang kurang berperan aktif.

“Ini tentu ada penyebabnya, dan kita menyadari, pertama karena begitu mudahnya mengakses situs situs porno, ini karena perkembangan teknologi yang sangat luar biasa mudah diakses oleh siapa pun, dari anak anak sampai kaum tua,” jelas Herlina,

Kedua lanjut Herlina, “Adanya ketidak nyamanan anak pada orang tua sehingga si anak lebih mendengar masukan dari luar dari pada nasihat orang di dalam rumah.” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Undang-undang Perlindungan Anak, Pasal 72 telah dijelaskan Tentang Peran Masyarakat di Dalam Perlindungan Anak. Menanggapi hal tersebut, Ketua P2TP2A kota Tangerang Selatan, Herlina Mustikasari menghimbau agar semua elemen dan stakholder bergandengan tangan dalam melakukan pencegahan kekerasan pada anak di kota Tangerang Selatan, yang notabenenya disebut sebagai kota layak anak.

“Kita harus bergandengan tangan, untuk bisa mencegah kekerasan pada anak, bergandengan tangan itu dari Masyarakat dan pemerintah. Saya optimis jika semuanya bergandengan tangan kasus kekerasan pada anak ini akan menurun. Saya juga fesimis jika tidak adanya bergandengan tangan kekerasan pada anak akan mengalami peningkatan.” ujar, Herlina.

Baca juga :  Patroli Malam Brimob Jabar Pastikan Keamanan serta Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Lembang

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi, komentar dan Tanggapan dari Walikota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmi Diany, Komnas Ham, maupun Dinas Terkait di kota Tangerang Selatan. (Red- Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru