oleh

Stok Bahan Pokok Cukup Jelang Ramadhan, Ketua ICMI : Pangkas Rantai Distribusi

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Meroketnya harga bahan pokok yang terjadi di pasaran membuat semua elemen masyarakat risau, bagaimana tidak hampir setiap menjelang bulan ramadhan harga-harga semakin naik pesat. Dalam mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Perdagangan memiliki stategi yang maksimal.

Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan oleh kementerian perdagangan, stok barang kebutuhan pokok cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan Puasa dan Lebaran 2017. Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Ir. Tjahya Widayanti, saat dihubungi wartawan kicaunews.com, Rabu (17/05).

Dalam keterangan tertulisnya dalam pesan Wats Apps, Ir. Tjahya menjelaskan, Stok beras di Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) saat ini  cukup untuk distribusi selama 9 bulan, begitu juga dengan stok Perum Bulog untuk gula pasir, jagung, minyak goreng, daging beku, bawang merah dan bawang putih cukup, untuk dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kekurangan pasokan di pasar.

“Dengan stok yang cukup dan aman, kami mengharapkan tidak akan terjadi panic buying, yang dapat mengakibatkan gejolak harga,” jelas, Ir. Tjahya Widayanti dalam pesan singkatnya di Wats Apps sebagaimana diterima wartawan kicaunews.com

Selain itu, Ir. Tjahya juga menghimbau agar media tidak memberikan pemberitaan yang proporsional terhadap perkembangan harga barang kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran tahun ini, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan lebaran dengan tenang.

“Kemendag telah mengadakan Rapat Koordinasi dan Pemantauan bahan polok dengan Kepala Dinas Indag Provinsi seluruh Indonesia pada 22 Maret 2017, untuk membahas kesiapan stok/pasokan dan harga barang kebutuhan pokok menjelang Puasa dan Lebaran 2017/ 1438 H.” ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Ir. Tjahya Widayanti.

Sebagaimana diketahui, Menteri Perdagangan dan para Eselon 1 Kementerian Perdagangan sampai 17 Mei 2017 telah melaksanakan Rapat Koordinasi dan sudah Pemantauan stok atau pasokan dan harga barang kebutuhan pokok di 31 daerah.

Baca juga :  Harga Bapok di Tangsel Stabil, Pengamat Ingatkan Pemerintah Harus Tetap Waspada

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim se – Indonesia (ICMI) Lebak, Usep Mujani ditempat terpisah menuturkan, gejolak harga sembako menjadi persoalan yang belum terselesaikan setiap menjelang ramadhan oleh pemerintah, sebab kenaikan harga pangan pada saat Ramadhan dan Idul Fitri juga dipengaruhi oleh kenaikan konsumsi masyarakat.

“Faktor permintaan yang tinggi memang cukup berperan atas kenaikan (harga) tersebut. Namun bila faktor permintaan yang tinggi tersebut tidak diimbangi oleh ketersediaan stok yang mencukupi, maka akan terjadi kelangkaan bahan pokok yang menyebabkan harga naik tinggi tidak terkendali,” tutur Ketua ICMI Lebak Usep Mujani, Rabu (17/05), saat dimintai komentar saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Saat dihubungi wartawan, tokoh muda Provinsi Banten ini juga meminta agar pemerintah bisa memastikan beberapa hal, diantaranya validasi data, pemerintah harus bisa memastikan berapa stok bahan pokok yang tersedia, dan juga bisa memastikan berapa angka kebutuhan masyarakat selama bulan ramadhan.

“Pertama, validitas data, pemerintah harus memastikan berapa stok bahan pokok yang tersedia dan angka kebutuhan masyarakat selama Ramadhan. Data data tersebut harus diungkap ke publik dan tentu pula harus bisa di dipertanggung jawabkan oleh pemerintah,” ujar Usep Mujani.

Selain itu, Usep Mujani juga meminta agar pemerintah bisa memangkas rantai distribusi. faktor yang dapat mengganggu proses distribusi sembako salah satu nya disebabkan okeh rantai distribusi yang panjang.

“Pemerintah tidak hanya memastikan stok aman dan tersedia. Namun juga harus memastikan proses distribusi sembako ini bisa terkendali,” ujar Usep Mujani kepada wartawan. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru