oleh

Supervisi Diri Untuk Pertumbuhan Profesionalisme Guru

KUNINGAN, KICAUNEWS.COM — Dalam konteks pendidikan, istilah survervisi pada umumnya lebih diartikan sebagai kegiatan pengawasan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah terhadap guru dalam upaya membantu meningkatkan profesionalisme guru.

Selanjutnya, muncul pula istilah peer supervision (supervisi sejawat)yaitu kegiatan supervisi yang dilakukan bersama rekan sejawat,saling bekerjasama guna maningkatkan kompetensi dan kinerjanya.

Kedua bentuk supervisi di atas bertumpu pada pengawasan seseorang oleh orang lain, baik oleh atasan maupun teman sejawat. Dalam kasus-kasus tertentu pengawasan oleh orang lain seperti ini mungkin dapat menimbulkan ketidaknyamanan psikologis.

Misalnya, merasa menjadi tertekan dan risi,seolah-olah kehidupan kerjanya diambil alih dan dikendalikan oleh orang lain.

Belakangan ini muncul istilah Supervisi Diri(Self Supervision),yaitu salah satu  model suoervisi yang memungkinkan pihak yang disupervisi (supervisee) memiliki independensi dalam bekerja, dapat mengelola diri dan bertanggung jawab  atas  pertumbuhan profesionalmenya sendiri.

Merujuk pada tulisan yang dipublikasikan
www.exforsys.com, saya akan memberikan gambaran ringkas tentang Supervisi Diri,khususnya dalam konteks pengembangan profesi guru.

Supervisi diri dapat diartikan sebagai kemampuan seorang guru untuk memahami kemampuan diri, mengatur diri dan mengevaluasi dirinya sendiri dalam rangka beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan situasi lingkungan kerjanya, sehingga pada gilirannya dia dapat bekerja secara efektif, efisien dan ptoduktif.

Supervisi diri harus dapat memandu seseorang dalam mengelola berbagai kegiatan dan pekerjaanya.Beberapa contoh hasil praktik supervisi diri yang dilakukan guru:
1. Guru dapat melakukan tugas tanpa terus-menerus harus diingatkan oleh atasan
2. Guru membuat program dan rencana kerja tertulis  secara benar
3. Guru mampu mencurahkan segenap  pikirannya dalam mengerjakan tugas-tugas yang di berikan tanpa gagal dan tepat waktu.
4. Guru membuat laporan tugas diselesaikannya secara tertulis

Demikian menurut Kepala Sekolah SDN 1 Padahurip Suhyo S.pd saat berbincang kepada kicaunews.com diruang kerjanya pada selasa, 16/5/2017

Lebih jauh Suhyo mengatakan, Supervisi diri memiliki aspek penting yaitu kemampuan merefleksi atas tugas-tugas yang dilakukanya,didalamnya terdiri dari 2 (dua) komponen penting, yaitu:(1)observasi diri (self observation) dan (2) penilaian diri (self-assessment).

Dijelaskan pula, Observasi diri yaitu senantiasa memperhatikan dan waspada atas apa yang Anda lakukan saat ini,di dalamnya mencangkup pikiran,perasaan dan tindakan Anda sebagai guru.Sedangkan penilaian diri adalah mengevaluasi  kinerja sendiri,mengukur proses dan hasil kegiatan dan tugas-tugas yang dilakukan,termasuk di dalamnya mempertanyakan kembali dampak dan efektivitas dari supervisi diri yang sedang dikembangkanya.

“Supervisi diri bukan berarti menjadikan Anda sebagai boss yang dapat bertindak semena-mena atas diri Anda sendiri (apalagi terhadap orang lain),terkait dengan pekerjaan,tetapi lebih mangarah dan menekan pada pembentukan kesadaran dan tanggung jawab atas tugas-tugas keseharian Anda sebagai guru,” tandasnya. (Agus Kuningan).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru