oleh

Adian Napitupulu Gagal Paham !

Oleh: Agus Harta

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Kondisi negara saat ini tidak lagi aman, para politisi dan para negarawan tidak lagi memiliki konsep kemandirian tentang ekonomi, yang memang itu dirasakan seutuhnya oleh rakyat Indonesia.

Pernyataan Aktivis 98 yang saat ini aktif di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beberapa hari yang lalu di Taman Ismail Marzuki (TIM) telah menebar fitnah dan kebencian kepada Jusuf Kalla dan para Menteri yang dianggapnya berkhianat kepada Presiden Jokowi.

Adian yang notabenenya sebagai wakil rakyat, dinilai oleh Wasekjen PTKP PB HMI, Agus Harta sebagai orang yang paling bersih dan paling benar di Parlemen. Adian dinilai oleh Agus Harta, sebagai orang yang tidak memahami hukum.

Sebab apa yang diucapkan oleb Adian, sama sekali tidak mengedepankan azas praduga tak bersalah, apakah dia (Adian) berani mempertanggung jawabkan secara hukum atas fitnah yang dilontarkannya ke publik ?

Sangat miris jika ada seorang kader PDIP yang bicara sembarangan, suka mengancam dan arogan. Seharusnya Partai berlambang kepala Banteng yang saat ini berkuasa ini, bisa mengajarkan kader-kadernya untuk bisa melakukan pendekatan terhadap masyarakat, terutama dalam memberikan pendidikan politik yang baik.

Apa yang diucapkan oleh Adian beberapa hari yang lalu, itu mutlak sajian agitasi dan propoganda kepada masyarakat. Saya selaku Wasekjen PTKP di Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, sangat menyayangkan dan menganggap pernyataan yang dilontarkan oleh Adian dari mulutnya itu, itu murni tidak memberikan kemaslahatan.

Bagi saya, silahkan saja Adian melawan kebangkita Orde Baru (Orba), namun jangan lupa sebagai mahasiswa saya wajib bertanya, apalah orde Reformasi jauh lebih baik dari orde-orde sebelumnya ? #Mikir. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Baca juga :  Dr. Bayu Yudiawan : Pemberlakuan PSBB ODP, PDP dan OTG Ciamis Menurun

Ditulis oleh Agus Harta, saat ini aktivis senior tersebut, menjabat sebagai Wasekjen PTKP di Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru