oleh

KMI Gelar Seminar Nasional “Stabilisasi Harga Jelang Ramadhan dan Idul Fithri 2017”

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — (16/05) Kaukus Muda Indonesia ( KMI ) menggelar Seminar Nasinal yang bertajuk ” Stabilisasi harga jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2017″ bertempat di Ballroom Singosari Sahid Hotel Sudirman, Edi Humaidi selaku ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI) mengatakan Seminar ini sangatlah penting agar kita tahu tentang harga jelang Ramdhan dan Idul Fitri 2017, bagaimana pemerintah buat kebijakan dalam menjamin stabilisasi harga tersebut.

Deskripsi tentang seminar ini,Gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat pada setiap momen hari besar keagamaan, seperti menjelang Ramadhan dan ldul Fitri sudah menjadi rutinitas (tradisi) yang terjadi setiap tahun. Kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas, terutama daging sapi, beras dan gula pasir yang mengaiami kenaikan 5% hingga 10%. Selama satu bulan Ramadhan, terjadi siklus naik turun harga yaitu, pada minggu pertama terjadi kenaikan harga, pada pertengahan bulan Ramadhan.

terjadi penurunan harga dan akhir minggu menjelang Lebaran terjadi kenaikan harga yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga di awal Ramadhan, karena konsumen ingin menyetok sejumlah komoditas sampai Lebaran, mengingat banyak pedagang yang tidak berjualan mulai dua hari menjelang Lebaran. Data pergerakan harga komoditas bahan pokok menjelang Ramadhan dan ldul Fitri 2016 menunjukkan bahwa terjadi kenaikan harga pada kisaran 0.1% s.d 12,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan di atas 10% terjadi pada komoditas gula pasir, daging ayam dan cabai merah biasa sedangkan minyak goreng, tepung terigu, dag‘mg sapi, telur ayam, dan cabai merah keriting berkisar antara 0,1% hingga 8,7 %.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok melalui operasi pasar, importasi dan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas gula sebesar Rp 12.500,-Ikg, minyak goreng kemasan sebesar Rp 11.000,-/kg dan daging beku sebesar Rp 80.000,-Ikg. Namun faktanya di lapangan, gejolak harga bahan pokok terus terjadi khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional akibat terkendala beberapa permasalahan antara lain tidak adanya data yang akurat tentang stok, kebutuhan dan produksi dalam negeri serta data negara pemasok potensial jika harus melakukan importasi, peningkatan permintaan yang tidak disertai dengan peningkatan pasokan dan kecepatan distribusi, aksi profit taking yang diatas batas kewajaran oleh pedagang, dan terjadinya persaingan usaha tidak sehat yang dibuktikan dengan adanya kartel pada beberapa komoditas bahan pokok.

Baca juga :  Ketua PIA AG Seskoau Beri Pembekalan Bagi Istri Pasis Seskoau A-57

Meskipun berdasarkan prediksi Kemendag, pergerakan harga komoditas bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan lduI Fitri 2017 mengalami penurunan antara 1% hingga 8%, serta kenaikan antara 1% s.d 4%., namun berdasarkan pengamatan di Iapangan yang didukung dengan pergerakan harga r‘m menjelang Ramadhan dan ldul Fitri tahun 2016, harga bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan ldul Fitri 2017 diperkirakan akan mengalami kenaikan harga yang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni pada kisaran 2% s.d 10%. Namun demikian, pada kasus tertentu seperti keterlambatan importasi bawang putih pada 2016, harga bahan kebutuhan pokok yang bersumber dari impor seperti tepung terigu, kedelai dan bawang putih berpotensi mengalami kenaikan signifikan di atas 10%, atau di atas ambang batas aman yang ditetapkan pemerintah.

Pembicara yang di hadirkan dalam seminar ini yakni : Ir Tjahya Widayanti ( Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan), I Ketut Diarmita ( Dirjen Peternakan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian), Sarman Simanjorang ( Ketua Komite Daging sapi Jakarta Raya), Abdullah Mansuri ( Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia) serta Viva Yoga Mauladi ( Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ).

Bagaimana Pemerintah bisa membuat kebijakan dan memotong rantai ekonomi agar terjamin harga yang stabil serta pasokan kebutuhan bahan pokok,rakyat sangat menantikan hal tersebut.
Semoga Pemerintah bisa realisasikan kebijakan tersebut.

( A Widhy )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru