oleh

Soal Narkoba Di Tangsel, Ini Penilaian Mabes Polri

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Maraknya peredaran narkoba di Indonesia makin membuat bangsa ini semakin hari semakin terpuruk. Pasalnya, Narkoba sangat merusak masa depan bangsa.

Seperti persoalan narkoba di Provinsi Banten khususnya di kota Tangerang Selatan menjadi perhatian tersendiri dari berbagai kalangan walaupun sudah ditangani oleh Mapolres maupun Badan Narkotika Nasional (BNN).

Meskipun sudah ada penanganan dari Mapolres Tangerang Selatan dan BNN sendiri, namun permasalahan narkoba yang terjadi saat ini masih sulit ditangani oleh Mapolres di wilayah Banten maupun di wilayah Polda Metro Jaya.

Demikian disampaikan salah satu anggota Polisi dari Mabes Polri, Brigadir M. Nurochman, saat diminati keterangan oleh wartawan usai acara Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) kota Tangerang selatan, Senin (15/05) yang digelar di Hotel Grand Zudi.

Kepada wartawan Brigadi M. Nurochman menuturkan, saat ini peredaran narkoba di Indonesia terus mengalami peningkatan jenis, dan Mabes Polri sejauh ini sedang meretas para pengedar dan pengguna narkoba, dan para pengguna narkoba pun saat ini sedang di rehabilitasi.

“Sudah ada beberapa kasus yang sedang ditangani oleh BNN, dan untuk jenis narkoba baru memang ada dan ini kita sedang selidiki, dari bawah, yang pasti ada 53 jenis narkoba yang beredar di Indonesia saat ini,” tutur, Brigadir M. Nurochman, kepada wartawan.

Namun meskipun adanya penambahan jenis narkoba di Indonesia, Brigadir M. Nurochman dari Mabes Polri ini, enggan menyebutkan secara gamblang terkait bertambahnya jenis narkoba tersebut.

“Kami belum bisa memaparkan lebih jelas lagi, karena kami belum mendapatkan laporan yang ril, yang pasti ada penambahan jenis,” ujar Birgadir M. Nurochman, saat ditanya lebih dalam oleh wartawan, usai acara Muspida kota Tangerang Selatan.

Baca juga :  Rapat Kerja Dengan Komisi II DPR, Ini Pembahasan Mendagri

Jenis narkoba yang bertambah, lanjut Brigadir Nur Rochman, berjenis kimia, dan penggunaanya di teteskan.

“Dibuatnya dari bahan apa, kita tidak berani bicara disini, yang pasti ada bahan baru, karena yang makenya lebih mahal, harganya 10% lebih mahal dari harga sabu.” lanjut Brigadir M. Nur Rochman dari Mabes Polri. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru