oleh

Razia PSK di Tangsel Ricuh, Pol PP dan Preman Saling Dorong

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Razia Pegawai Seks Komersial (PSK) di kota Tangerang Selatan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Tangsel di beberapa tempat hiburan malam, berakhir bentrok.

Razia yang digelar Minggu (14/05) sengaja digelar oleh Satpol PP kota Tangerang Selatan dalam rangka mewujudkan moto kota Tangerang Selatan, yang Cerdas, Modern dan Religius.

Razia yang dilakukan Satpol PP kota Tangerang Selatan ini, sudah dilakukan dua hari berturut-turut, baik razia minuman keras maupun razia Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kasi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja kota Tangetang Selatan Taufiq Wahidin menuturkan, para Pekerja Seks Komersial (PSK) di kota Tangerang Selatan, biasanya dilindungi oleh orang yang bersangkutan, Taufiq menyebut Koordinatornya.

“Biasanya kalau Pekerja Seks Komersial (PSK) ini ada yang melindungi, tadi sempat ada gesekan dengan orang yang mengaku sebagai koordinator, makanya hari ini hanya tiga orang yang kita bawa ke kantor,” ujar Taufiq Wahidin saat dimintai keterangan wartawan kicaunews.com, minggu (14/05) usai merazia PSK.

Diketahui, dalam razia tersebut Satpol PP berhasil membawa 3 orang PSK, dan rencananya, PSK yang ditangkap oleh Satpol PP ini akan dibawa ke Dinas Sosial untuk diberikan pendidikan dan penyuluhan.

Saat Satpol PP kota Tangsel melakukan razia PSK ditempat hiburan, salah satu pria berambut gondrong ngamuk, akibat amukan tersebut, terjadi aksi saling dorong antara Satpol PP dan pria tersebut, upaya Satpol PP melakukan razia PSK tersebut untuk membersihkan kota Tangsel agar tidak dicap sebagai kota PSK.

“Tadi sempat ada perlawanan dari koordinatornya, ini mau mendekati bulan ramadhan untuk membersihkan Tangsel agar tidak di cap sebagai daerah yang banyak PSKnya.” papar, Taufiq Wahidin kepada wartawan.

Baca juga :  Pemilu Serentak, 17 April 2019 Resmi Jadi Hari Libur Nasional

Razia Satpol PP kota Tangsel dalam merazia PSK dilakukan di tiga tempat, diantaranya Tegal Rotan Bintaro dekat Mall X Change, Gaplek dan Kelapa Dua Babakan Setu Tangerang Selatan.

“Kita rutin setiap bulan sekali ada jadwal tiap bulan kita akan melakukan monitoring yang pada wanita yang sering mangkal di pinggir jalan, di Tangsel ini.” ujar Taufiq.

Senada dengan Taufiq, Kepala Seksi. Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinas Sosial kota Tangerang Selatan Hadiana menjelaskan,  PSK yang tertangkap saat mangkal di pinggir jalan ini, akan diberikan motivasi di luar panti, hal ini dilakukan sebagai upaya agar para PSK tersebut tidak mangkal kembali.

“Dari dinas sosial ini langsung melakukan pendekatan diluar panti, dikarena kan mereka ini tidak selalu dalam panti, kegiatan sekarang, tepusat di dalam kegiatan panti dan diluar panti, kalau didalam panti mereka harus mengikuti aturan dinsos, tetapi kalau mereka yang ada diluar panti akan diberikan motivasi, seperti ini, agar bisa mengikuti program pemerintah.” jelas Hadiana kepada wartawan.

Selain itu Hadiana juga menambahkan para PSK yang terjaring oleh Satpol PP ini rencananya akan diberikan pelatihan oleh Dinas Sosial kota Tangerang Selatan, agar lebih produktif.

“Untuk para PSK ini ada pelatihan tata rias tata boga dan menjahit, tinggal mereka maunya pelantihan apa.” tambah Hadiana.

Setelah mereka mengikuti pelatihan selama 10 hari, lanjut Hadiana, kedepannya adalah diberikan bantuan permodalan atau bantuan stimulan, nah jadi mereka diberikan usaha ekonomi produktif, dan mereka langsung dibawah naungan Dinsos.

Dinsos masih lanjut Hadiana, berkewajiban memonitoring agar mereka tidak kembali ke arah jalanan itu (Mangkal) tujuannya.

Diketahui, dalam razia tersebut Satpol PP dan Dinas Sosial hanya menangkap dan memberikan motivasi di luar panti.

Baca juga :  Belum Direspon, Korupsi DAK Kesehatan di Padang Lawas, Disoal Mahasiswa

Sebelumnya Dinsos Tangsel telah melakukan motivasi di dalam panti, dengan mengirim mereka ke Pasar Rebo Jakarta Selatan, untul diberikan pelatihan selama 6 bulan.

“Tahun kemarin ada yang kita pulangkan ke Indramayu, waktu itu namanya Diana, itu baru umur 18 tahun. Mereka selama 6 bulan kursus di Ps. Rebo,” ujar Hadiana. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru