oleh

Waduh, Diantar Ojek Ke Sekolah, A.J Curhat Pada Ibu, Ternyata Dicabuli

TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di Tangerang Selatan, semaki mencuat, setelah Kapolres Tangsel berhasil menyidik dan menangkap para pelaku.

Laporan Kapolres Tangsel, Sabtu (13/05) dalam konferensi persnya menyebut, kasus pencabulan anak sudah diungkap oleh Kapolres Tangsel, baru terungkap sebanyak 7 kasus pencabulan anak, dan besar kemungkinan kasus serupa akan bertambah.

“Jadi total yang sudah dirilis oleh Kapolres 7 kasus, dengan dugaan pencabulan anak yang masih juga 7, kemungkinan akan bertambah,” kata, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander , Sabtu (13/05).

Dalam konferensi Persnya, Kapolres Tangerang Selatan merilis 4 kasus pencabulan anak, baik pencabulan anak yang dilakukan sesama lawan jenis maupun satu jenis, kasus yang terjadi beragam.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan di dampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, berhasil mengungkap kasus pelecehan dan pencabulan pada anak. Sebagaimana yang diatur dalam pasal 82 UU no 35 Tahun 2014 tentang perlindungan terhadap anak.

Berikut ini kronologi kasus pencabulan anak, yang terjadi di Curug kabupaten Tangerang, sebagaimana dituturkan Kapolres Tangerang Selatan dalam konferensi Persnya.

Pada tanggal 2 April 2017, seorang anak dengan ibu kandungnya menyewa moda transportasi, sewa kendaraan bermotor roda dua, atau ojek.

Pada saat melakukan kendaraan roda dua tersebut, si anak dipangku di depan oleh pelaku, dan di ibunya berada dibelakang.

Tak lama kemudian sesampainya di rumah si anak mengeluhkan, kepada ibunya, bahwa organ reporoduksinya saat mengeluarkan air kecil terasa sakit.

Awalnya si anak enggan bercerita, namun setelah dibujuk orang tuanya, si anak akhirnya buka suara (Bicara), ternyata jari si pengemudi ojek yang tadi memangku si anak, dimasukan kedalam alat reproduksinya.

Baca juga :  Terjaring Ops Yustisi, 10 Pelanggar Prokes di Kebonpedes Sukabumi Ditegur Petugas

“Begitu diketahui adanya beberapa kejadian, si ibunya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polisi, kejadian pada tgl 2 April dan pelaporan yang dilakukan oleh ibu korban pada 5 April,” ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan.

Tersangka bernama berinisial BH, laki-laki usia 30 tahun, sementara korban berinisial (AJ) berusia 6 tahun, diketahui, tersangka dengan ibu korban saling mengenal tapi tidak terlalu dekat.

Saat Kapolres mendalami kasus ini, pengakuan pelaku hanya sekali, sebelumnya tidak pernah melakukan kasus tersebut.

“Pengakuan si pelaku hanya sekali, sekali lagi dalam kasus seperti ini si pelaku jarang sekali mengakui.”ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander.

Diketahui, motivasi pelaku disebabkan karena pelaku yang menyimpang, hasil penyidikan Polisi, pelaku masih punya anak, istri dan masih satu rumah.

Melihat kejadian tersebut, dalam konferensi persnya, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, menghimbau agar orang tua tidak ragu untuk melaporkan kasus tersebut, sebab tanpa adanya laporan maka si pelaku tidak akan jera.

“Karena kuantitas dari korban, akan menentukan berapa korban, selama pelaku dihubungin dan status apa yang dilekatkan kepada yang bersangkutan, entah itu pedofilian atau pun Predator anak, karena di UU perlindungan anak UU nya sudah progresif,” himbau Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan.

Selain itu, sebagaimana hasil penyidikan dan penangkapan, Polisi berhasil membawa barang bukti pelaku, diantaranya, Polisi menyita motor korban, STNK Motor serta pakaian si korban. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru