oleh

Satpol PP Razia Miras, Perempuan Penghibur Tangsel Panik

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Razia minuman keras yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Tangsel, Sabtu (13/05) di tempat-tempat hiburan malam, membuat puluhan perempuan penghibur ketakutan di dalam kaffe.

Dalam razia tersebut, selain merazia minuman keras (Miras) Satpol PP kota Tangsel ini juga, menertibkan perempuan penghibur yang tidak memiliki identitas di dalam caffe.

Salah satu pemilik tempat hiburan malam, Ira yang akrab disapa mamih Ira mengaku, heran dengan penggrebekan tersebut, sebab sebelumnya tidak pernah ada penggrebekan yang dilakukan oleh aparat, baik Polisi maupun Satpol PP.

“Belum pernah ada penertiban, ini tempat ada izinnya, ini hanya penyuluhan saja,” ujar Ira, saat ditanya wartawan kicaunews.com, Sabtu (13/05) di Jl. Serua Ciputat Tangerang Selatan.

Razia miras yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja kota Tangerang Selatan ini, dilakukan di 6 tempat, diantaranya 4 Caffe dan 2 Warung Jamu.

Dalam razia tersebut Satpol PP berhasil merampas minuman beralkohol sebanyak 1.846 botol dan 6 barel minuman sebagaimana per-Barelnya sebanyak 15 liter.

Pantauan wartawan kicaunews.com, sabtu (13/05) Perempuan penghibur yang tidak memiliki identitas saat dirazia, berinisial (W) 26 tahun, asal Ciputat, (Y) 28 tahun, asal Pondok Kacang, (N.O) 23 tahun, asal Ciledug, dan (N) 20 tahun.

Saat ditanya wartawan para perempuan ini mengaku sudah bekerja lumayan lama di Caffe Samudera yang bertempat di Jl. Serua Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

“Aku udah lama kerja disini, sudah 2 tahun” ujar perempuan penghibur berinisial (W) 26 tahun, saat ditanya wartawan, di lokasi yang dirazia Satpol PP.

Sementara, saat Satpol PP merazia Miras di Caffe Ciputeri Tegal Rota Tangerang Selatan, ada belasan perempuan yang tidak memiliki identitas, salah satunya berinisial (N.S) 28 tahun, asal Cikulur Lebak Banten, (I.L) 27 tahun, asal Cikulur.

Baca juga :  Politik Harus Diperbaiki, Kesbangpol Tangsel Gelar Bimtek

Para perempuan malam ini mengaku sudah 1 tahun bekerja menjadi wanita penghibur. “Udah satu tahun,” ujar (N.S) saat ditanya wartawan, dilokasi yang dirazia Satpol PP Tangerang Selatan.

Kasi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Tangerang Selatan, Taufiq Wahidin mengaku, Razia miras yang dilakukan Satpol PP rutin dilakukan setiap satu bulan sekali, sebagai upaya menegakan Perda no 4 Tahun 2015, Tentang Perizinan, sebagaimana tertera dalam Pasal 122, tentang larangan menyimpan dan menjual, minuman keras di Tangerang Selatan.

“Setiap bulan kita ada operasi diantaranya miras, operasi miras ini dilakukan di tempat hiburan, Pertama hasil laporan masyarakat karena tidak berizin, Kedua masih adanya penjual minuman beralkohol, kitakan tau sudah ada Perda No 4 Tahun 2015, jadi tidak ada tuh minuman beralkohol.” ujar, Taufiq kepada wartawan.

Berikut ini adalah tempat hiburan yang dirazia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Tangerang Selatan.

1. Caffe New Sahabat, yang terletak di Jl.Raya Puspitek, Kel. Buaran kecamatan Serpong Tangerang Selatan, sebelumnya Caffe ini pernah disegel.

2. Caffe Samudera, yang terletak di Jl. Bukit Serua kecamatan Ciputat, salah satu pengurus Caffe ini bernama Ira, akrab disapa Mamih Ira.

3. Cafe Ciputeri yang terletak di Tegal Rotan, Ciputat Tangerang Selatan.

4. Sebuah ruko tertutup yang di dalamnya tempat hiburan malam, pantauan wartawan kicaunews.com, dalam tempat tersebut, ada belasan perempauan yang menjadi pelayang hiburan.

Terletak di Jl. Merpati Raya No 25, Sawah Baru, Kecamatan Ciputat Tangerang Selatan.

5. Caffe Backyard, terletak di BSD Serpong samping Mall Teras Kota, Tangerang Selatan, Pemilik Caffe ini bernama Wiliam Lihulung.

Warung Jamu
6. Jl. Bukit Serua Ciputat Tangerang Selatan, pemilik warung tersebut bernama Rizal. Dari keterangan Satpol PP, tempat-tempat ini tidak memiliki izin. (Red-Den/Haji Merah/Kicaunews.com)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru