oleh

Kalimantan Barat Tak Harmonis, Begini Respon Organisasi Kelompok Cipayung Plus

PONTIANAK, KICAUNEWS.COM- Dalam rangka menyerukan perdamaian dan keberagaman di kota Pontianak Kalimantan Barat sejumlah organisasi mahasiswa yang tehimpun dalam kelompok Cipayung Pontianak menggelar Konferensi Pers untuk menyerukan keragaman.

Dalam konferensi Persnya, mahasiswa menyatakan sikap, dan merasa prihatin, melihat kondisi sosial politik yang terjadi di Kalimantan Barat, yang dinilai tidak kondusif. Konferensi Pers yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai upaya merespon keberagaman tersebut.

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pontianak, Rival Aqma Rianda, menyerukan agar bangsa Indonesia tetap menjaga keutuhan dan persatuan, seruan pesan perdamaian dan keharmonisan harus tetap di dengungkan oleh mahasiswa.

“Para pendiri bangsa Indonesia ini sudah sepakat dan membuat konsensus politik. Tentunya bangsa kita ini bukan hanya milik perorangan saja melainkan kita semua,” ujar, Rival Aqma Rianda dalam keterangan Persnya. Kamis (11/05) di Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebagai anak bangsa yang lahir dari rahim ibu pertiwi, tambah Rival, sejatinya kita tidak menginginkan terkristalisasinya dalam hal dan konteks apapun itu. Karena kita sepakat dan sepaham bagaimana untuk merawat serta menjaga.

Senada dengan Rival, Presidium Pergerakan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia, Sukardi menambahkan tindakan untuk menyerukan perdamaian dan keharmonisan di Pontianak Kalimantan Barat, akan terus dilakukan mahasiswa.

“Tindakan ini (Perdamaian dan Keharmonisan) terus kita lakukan dalam upaya untuk mendesak pemerintah segera untuk tindakan konkrit.” tambah Sukardi dalam keterangan Persnya.

Diketahui, Kelompok organisasi Cipayung Pontianak terdiri dari, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pergerakan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Himpunan Mahasisaa Buddhis Indonesia (Himahbudhis).

Berikut ini hasil Konferensi Pers yang disuarakan mahasiswa Pontianak Kalimantan Barat.

Baca juga :  GMKI Kecam Keras Tindakan Teror Bom

Pertama, menghimbau seluruh masyarakat kalimantan barat untuk tetap tidak mudah mengemas opini publik yang mengarah kepada konflik horizontal.

Kedua, meminta stekholder pemprov, tokoh masyarakat, tokoh keagamaan, pihak keamanan untuk mengambil tindakan konkrit dalam menjaga stabilitas sosial-masyarakat kalimantan barat.

Ketiga, mempertegas serta memperkuat kembali 4 (empat) pilar kebangsaan, yang meliputi, Pancasila, UUD 1945, Kebhinekaan Tunggal Ika dan NKRI. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru