banner 728x250

Menteri Kominfo Tuding, Media Cetak dan Online Banyak Hoaxnya

  • Bagikan
Menteri Komunikasi Dan Informatika, Rudiantara, Saat di wawancarai Wartawan.
banner 468x60

TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Menteri Kominukasi dan Informatika Rudiantara menilai, media merupakan arus utama dalam memberikan informasi, namun meskipun begitu, banyaknya beredar berita hoax dimedia, membuat masyarakat resah.

Ada hal yang spesifik di media, terutama neria arus utama (meanstream), baik media cetak, online maupun televisi, semuanya harus divalidasi, dan harus dicek ulang dalam memberitakan. Sejauh ini, pemerintah mempunyai seperangkat aturan masalah validasi berita, diantaranya terletak pada UU No 40 oleh Dewan Pers, dan UU ITE yang selalu dijadikan rujukan oleh pemerintah.

banner 336x280

“Di Indonesia yang namanya Media itu Independen. Artinya dia hanya diampuh oleh UU No 40 yang tidak ada peraturannya, yang itu tidak ada aturan pemerintah dan tidak ada peraturan menteri, pemerintah tidak melakukan Interpensi,” ujar Menteri Kominfo Rudiantara, kepada wartawan.

Banyaknya berita Hoax ini, lanjut Rudiantara, disebabkan karena berita yang berkaitan, antara televisi, Online kemudian cetak, sehingga banyak berita Hoax. “Nah, Hoax Inikan Berita yang berkaitan dengan News gitu loh. Nah ini bisa ada dimedia,” lanjut Rudi.

Namun meskipun begitu, Rudiantara menghimbau agar, masyarakat tidak resah dengan banyaknya berita Hoax, sebab pemerintah sudah mempunyai seperangkat aturan dalam bentuk news.

“Umumnya media meanstrim atau media cetak itu akurasinya lebih tinggi, sedangkan media online ini mengutamakan kecepatan, akurasinya tidak sebaik media cetak pada umumnya” ujar, Rudiantara, kepada wartawan, diacara ICE BSD Tangerang, Selasa (09/05).

Selain itu Rudi juga menjelaskan, ada hal yang spesifik di media, terutama media katakanlah media arus utama, atau meanstrim, media yang cetak, karena apa media cetak ini memberikan berita, tidak sadet sanyet, tidak seperti media online, sekarang ada sekarang langsung dinaikan.

Baca juga :  Hoax, Berita Bohong Dan Diviralkan Untuk Tujuan Tertentu

“Walaupun media cetak itu ada juga yang Hoax, kenapa karena media cetak, media online maupun media televisi akhir muter disitu Informasi, tapi ada waktu untuk melakukan chack balance, melakukan pengecekan agar, validitasnya bisa diperoleh.” ujar Rudantara.

Dimedia sosial lanjut Rudiantara, di Plot oleh media televisi jadi runing teks, lalu diputar lagi di media televisi, nah itulah hoax. “Nah mata rantai inilah yang Hoax,” lanjut Rudiantara.

Sejauh ini, lanjut Rudiantara, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sudah membuat namanya Jawara, (Jaringan Wartawan Anti Hoax), masyarakat ada masyarakat Anti Hoax. Pemda kalimantan barat, membuat deklarasi anti Hoax, ini semua harus dilakukan. (Red- Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *