oleh

Wakil Ketua MPR Terima Audiens DPD IMM DKI Jakarta, Ini Hasilnya

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — pasca terpilihnya ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DPD DKI Jakarta hasil Musda pada Bulan maret lalu, Ketua DPD IMM DKI Jakarta bersama struktur formatur menyambangi Wakil Ketua MPR RI DR. Hidayat Nurwahid pada senin, 8/5/2017

Pada kesempatan tersebut, DPD IMM Jakarta melaporkan hasil-hasil Musda IMM yang dilaksanakan Maret lalu. Kedatangan mereka bertemu Wakil Ketua MPR, salah satunya juga untuk  mengundang  Hidayat Nur Wahid pada acara pelantikan, dan sosialisasi MPR yang akan dilaksanakan akhir Mei ini.

Dalam menerima Audiens DPD IMM DKI Jakarta, Wakil Ketua MPR RI Mengatakan, Organisasi mahasiswa muslim harus  mampu mencontoh  tokoh-tokoh Islam dalam berjuang demi bangsa dan negara. “Seperti tokoh islam Sutan Syahrir, Moh. Yamin, Hasyim Asyari, dan Raden Kasman Singodimejo telah berkontribusi besar untuk  lahir dan berkembangnya Indonesia,” kata hidayat kepada ketua dan pengurus DPD IMM jakartadi ruang kerja Wakil Ketua MPR pada Senin (8/5) seperti dilansir dari situs resmi milik mpr.go.id

Hidayat menambahkan, Mereka (tokoh islam red)  istiqamah dalam berjuang, dan tidak mengenal pamrih. “Perjuangan  tokoh Islam, itu perlu ditiru agar organisasi mahasiswa muslim juga bisa turut menjadi bagian dari  sejarah,” pesannya.

Dijelaskannya, Salah satu cara yang  bisa dilakukan oleh IMM agar berkontribusi dalam pembangunan adalah membuat progran kerja  yang bisa meningkatkan kualitas mahasiswa pada khususnya dan masyarakat pada  umumnya. Sebagaimana Muhammadiyah juga telah mewarnai perjuangan Indonesia dengan karya-karya nyatanya.

“Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan organisasi Islam lainnya, kata Hidayat menjadi bukti bahwa umat Islam memiliki peran yang besar dalam pembangunan bangsa. Dan itu tidak bisa dihapuskan dalam sejarah bangsa Indonesia,” katanya lagi.

Hidayat menambahkan, Jangan pernah  ragu dituduh radikalisme, hanya karena kita turut berjuang membangun bangsa dan negara. Karena kegiatan dan perjuangan  yang dilakukan sudah ada  sejak dulu.

Saat ini kata Hidayat, ada kelompok-kelompok tertentu yang sengaja meniupkan isu radikalisme, termasuk dalam pilkada Jakarta.  Karena itu umat Islam harus waspada, jangan sampai isu radikalisme itu ditumpangi oleh gerakan lain, seperti anti agama, anti negara, liberalisme, dan atheisme.

“Kita harus pastikan tidak ada yang menumpangi isu radikalisme. Jangan sampai kita sibuk dengan isu radikalisme, tetapi dibelakng itu ada kelompok anti agama, anti negara yang tengah menyusn barisan memperkuat kelompoknya”, pungkasnya. (Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru