oleh

Berikut ini, Angka Kekerasan Seksual dan Anak di Tangerang Selatan

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Kasus kekerasan pada anak dan kekerasan seksual, yang terjadi di kota Tangerang Selatan, sebanyak 136 kasus tahun 2016 dan 25 kasus, Per-April tahun 2017, rencananya akan didorong keranah hukum, tanpa toleransi.

Hal itu disampaikan, Sekertaris Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kota Tangerang Selatan, Feb Amni Hayati, dalam kegiatan Pengembangan P2TP2A yang bertajuk, “Membina Jejaring Perlidungan Perempuan dan Anak, Tahun 2017” Senin (08/05), di Saung Serpong BSD, Tangerang Selatan.

“Semua kasus akan didorong ke ranah hukum tanpa toleransi. Kasus kekerasan yang paling banyak terjadi itu, di dua kecamatan yaitu Pondok Aren dan Pamulang,” ujar Sekertaris P2TP2A kota Tangerang Selatan, Feb Amni Hayati.

Selain itu, Feb Amni juga menghimbau kepada masyarakat, agar lebih peduli dengan adanya indikasi yang tidak beres dan tidak normal dimasyarakat.

“Lebih peduli adanya indikasi tidak beres, tidak normal didalam masyarakat, ada hubungan yang tidak normal di masyarakat, apapun segala gejala yang tidak normal harus segera dilaporkan.” Imbuh Sekertaris P2TP2A, Senin (08/05), Kepada wartawan kicaunews.com saat dimintai keterangan.

Hal senada juga disampaikan, Kepala Bidang Perlidungan Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB), Irma Safitri. Pada Prinsipnya, penguatan jejaring P2TP2A untuk melakukan upaya pendampingan, kepada kejahatan seksual pada anak.

“Jika terjadi, hal tersebut dimasyarakat langsung dapat dilaporkan kesetiap Satgas perlindungan Anak yang ada ditingkat Rw.” ujar Irma Safitri. (Red-Den, Haji-Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru