oleh

Tingkat Kesehatan di Papua Memburuk, Begini Respon TPKP Papua

PAPUA, KICAUNEWS.COM – Rencana Presiden Jokowi, yang ingin menyambangi Papua, pada (09-10/06/2017) untuk meresmikan agenda pembangunan Infrastruktur termasuk Jalan Trans Papua yang menghubungkan dua kabupaten di Papua, diantaranya kabupaten Jayawijaya dan kabupaten Nduga, mendapat kecaman dari masyarakat Papua.

Sebab, kedatangan Jokowi ke Papua sama sekali tidak membahas soal kesehatan masyarakat Papua, yang semakin tahunnya semakin mencuat dan meningkat.

Berdasarkan data yang dikemukakan oleh Tim Peduli Kesehatan dan Pendidikan Rimba Papua, kondisi mutakhir kesehatan di Papua mengalami peningkatan.

Pada maret 2017, kasus kesehatan di Korowai kembali meningkat, sebanyak 64 orang meninggal dunia dan di kabupaten Lani Jaya sebanyak 201 orang, karena terkena penyakit.

Sementara pada tahun, 2015, ada 54 orang meninggal dunia di kabupaten Mbua, sementara pada tahun 2016 sampai 2017, angka kematian karena penyakit, sebayak 37 orang, di kabupaten Mbua. Begitu pun di kabupaten Jayawijaya tahun 2014, angka kematian karena penyakit sebanyak 54 orang, tepatnya di Samenage.

Demikian paparan data yang disampaikan, Sekertaris Tim Peduli Kesehatan dan Pendidikan Rimba Papua, Soleman Itlay, dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima Redaksi kicaunews.com, Jl. AMD Raya, Kel. Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

“Berdasarkan temuan kami, semua kasus kematian ini turut disebabkan oleh ketiadaan petugas kesehatan untuk melayani masyarakat yang sakit”, ujar, Sekertaris Tim Peduli Kesehatan dan Pendidikan Rimba Papua, Soleman Itlay.

Kedatangan Presiden Jokowi, tambah Soleman Italy, sama sekali tidak menyentuh persoalan kesehatan di Papua, tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk melakukan sosialisasi untuk pencegahan penyakit.

Dalam merespon hal tersebut, berikut pernyataan sikap, Tim Peduli Kesehatan dan Pendidik Rimba Papua.

Pertama, presiden harus membuat kebijakan khusus yang memungkinkan adanya perhatian khusus, dan serius terhadap kasus kesehatan di Korowai dan Awina.

Baca juga :  Di Tekel Keras Saat Latihan, Septian Terpaksa Menepi

Kedua, tingginya angka kematian di Papua disebabkan oleh ketiadaan  petugas kesehatan di tempat-tempat pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman sehingga perlu diperhatikan secara serius.

Ketiga, segera bentuk tim Investigasi untuk mengungkap misteri kematian di beberapa tempat di Papua karena hingga saat ini belum ada penjelasan yang memadai tentang penyebab kematian di Mbua, Awina dan Korowai.

Keempat, penyebab kematian yang terjadi di Mbua, Awina, Korowai dan Papua umumnya secara transparan kepada publik, Melibatkan berbagai pihak di Papua seperti Gereja dan LSM dalam melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit di Pedalaman Papua.

Kelima, mendorong Kementerian Kesehatan dan Pendidikan untuk melakukan monitoring dan pengawasan yang serius terhadap pelaksanaan pelayanan Kesehatan dan Pendidikan di Papua. (Soleman Itlay, Red-Haji-Merah/Den/Gol/Kicaunews.com)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru