oleh

Soal Pencabulan Anak di Kabupaten Tangerang, Begini Respon Para Aktivis Perempuan

TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Terungkapnya kasus pencabulan anak di bawah umur oleh Kapolres Tangerang Selatan, Kamis (04/05) kemarin, di Kel. Pakulonan Barat, Kelapa II, Kabupaten Tangerang, oleh pelaku berinisial K.M (59) tahun, membuat semua kalangan aktivis perempuan angkat bicara.

Kasus ini (pencabulan anak) harus dituntaskan, pelakunya harus dihukum dengan seberat-beratnya. Anak-anak yang menjadi korban mesti diterapi traumanya, didampingi dan dilindungi karena masa depannya masih panjang.

Demikian disampaikan aktivis perempuan Nong Darol Mahmadah, saat dihubungi wartawan, kicaunews.com, Sabtu (06/05) di kantor Redaksi, Jl. AMD Raya, Pondok Kacang Barat, Kec. Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Dalam pesan singkatnya, Nong Darol meminta agar, pendampingan kepada anak yang menjadi korban pencabulan ini terus didampingi secara terus menerus agar tidak trauma berkepanjangan.

“Semestinya ini dilaporkan ke KPAI dan Satgas anak, untuk membantu anak-anak dan keluarganya, kasus ini harus dituntaskan, pelakunya harus dihukum seberat-beratnya”, sambung Nong Darol dalam pesan singkatnya, saat dihubungi wartawan kicaunews.com.

Sebagimana sudah ditetapkan oleh Kapolres Tangerang Selatan, Pelaku diancam dengan pasal 81 dan pasal 82, UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun, maksimal 15 tahun. Ada pun korban yang dicabuli oleh tersangka, berusia 3 tahun sampai 10 tahun.

Senada dengan Nong, Wasekbid PAO Kohati Badko HMI Jabotabeka Banten, Sintia Aulia Rahmah juga menegaskan, agar kasus pencabulan anak dibawah umur ini, menjadi perhatian serius bagi penegak hukum dan pemerintah, sebab yang menjadi korban pencabulan tersebut adalah anak dibawah umur, yang masih polos penuh harapan dan tanya dalam dirinya.

“Anak-anak adalah cikal bakal harapan bangsa, sepatutnya kita lindungi dan didik mereka, bukan disakiti dengan tindakan-tindakan yanh tidak beradab seperti pencabulan” ujar, Sintia Aulia Rahma,(Tegas), dalam pesan singkatnya Sabtu (06/05).

Baca juga :  Diklatcab Hipmi 2017, Begini Respon Bupati Tangerang

Diketahui, kasus pencabulan yang dilakukan (K.M) sejak tahun 2014, dan Kapolres Tangerang Selatan menangkap pelaku, tahun 2017, sejauh keterangan Polisi, dalam kasus pencabulan tersebut, ada 13 orang yang menjadi korban, namun baru 6 orang yang baru dimintai keterangan oleh Polisi.

Sebagaimana keterangan Kapolres Tangerang Selatan, dari 6 orang yang sudah dimintai keterangan, 1 orang korban mengalami kehancuran alat reproduksinya (kelamin), sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari Kapolres Tangsel, terkait kasus pencabulan anak dibawah umur tersebut.

Diketahui, dalam UU No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Perlindungan Anak, pelaku dikenakan hukum Pidana selama 10 Tahun penjara.

Ditempat terpisah, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tangerang, Dewi Sundari, sangat geram dan marah atas perlakuan pelaku berinisial, K.M (59) tahun.

Dewi mengungkapkan, saat ini Kabupaten Tangerang dalam situasi darurat, sebab dalam beberapa bulan terakhir ditemukan beberapa kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Tangerang.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak kabupaten Tangerang ini menghimbau, kepada semua pihak agar berhat-hati.

“Kita harus melakukan antisipasi sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi hal seperti itu, hukuman seumur hidup, hukuman mati bahkan dikebiri dengan suntik kimia harus diberlakukan bagi para pelaku pencabulan dan predator anak” ujar Dewi Sundari, Tegas. Sabtu (06/05) dalam pesan singkatnya saat dihubungi wartawan kicaunews.com. (Red-Den/Gol/Haji-Merah, Kicaunews.com).

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru