oleh

Refleksi; Sudah Habiskah HMI ?

Oleh: Rizki Irwansyah

OPINI, KICAUNEWS.COM – Pertarungan panas Pilkada DKI Jakarta Periode 2017-2022 telah usai, dan dimenangkan oleh pasangan Anies-Sandi beserta relawannya. Meskipun sudah selesai pertarungan Pilkada, pergolakan politik yang terjadi di Jakarta tidak sedikit pun mengalami penurunan, bahkan bisa dibilang pasca hasil hitung cepat benturan kekuatan politik dirasa semakin keras. Benturan yang dimaksudkan antara kekuatan “KeIslaman dan KeIndonesiaan”.

Mengapa saya memakai terminologi “Keislaman dan Keindonesiaan”, tidak memakai terminologi pada umumnya seperti “Agama dan Nasionalisme”, meskipun secara definisi memiliki esensi yang sama. Sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) istilah “Keislaman-Keindonesian” bukan merupakan sesuatu yang tabu ditelinga.

Tentunya hal itu disebabkan oleh sosok besar dari HMI itu sendiri, yakni Nur Cholis Madjid yang akrab disapa Cak Nur (“Cak” secara etimologi dalam budaya jawa timur merupakan orang yang tuakan). Meskipun pada konteks benturan pasca Pilkada DKI Jakarta, peran HMI sebagai organisasi yang mendasari perpaduan antara keIslaman dan keIndonesiaan sebagai prinsip dasarnya.

Kalah perannya oleh organisasi mahasiswa lainnya seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM). Bahkan HMI tidak lagi menjadi penyeimbang serta menjaga benturan dua kekuatan diatas tidak terjadi. Kuat dugaannya disebabkan banyaknya kepentingan dan proyek agar mendapatkan pundi-pundi keuntungan.

Ketidak berdayaan Pengurus Besar HMI dalam menjaga prinsipnya, mengakibatkan benturan yang terjadi secara berkepanjangan, sadar atau tidak, seiring dengan bergesernya kekuatan politik mengakibatkan rotasi perpolitikan semakin mengarah menuju timur. Oleh karena itu, benturan tersebut diangap menjadi momok ”Pergulatan Moral” yang melebar hingga menjutifikasi adanya klaim kebenaran tertentu.

Hal ini menimbulkan berbagai problematika yang sangat serius menyangkut masalah keberagaman etnis dan budaya di Indonesia. Pergolakan Ini juga membawa kita kembali kepada masa kelam sejarah Orde Lama di masa transisi Demokrasi Terpimpin, juga sisi suram rezim Orde Baru. Tentu mengingatkan kembali pada sosok Nur Cholis Madjid (Cak Nur) Pejuang dan perawat Islam dan NKRI. Karena di masa kelam itulah Cak Nur mengawali perjuangannya. (Red- Haji Merah, Den/Gol/Kicaunews.com)

Baca juga :  Difitnah Masuk Bagian Dari Parpol, Begini Kata Mulyadi P Tamsir Soal Agus Harta

Penulis Adalah Kader Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Ushuluddin dan Filsafat Cabang Ciputat.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru