oleh

Pilkada DKI Jakarta Usai, PPKJ Ingatkan Gubernur Terpilih

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Aktivis Perempuan yang terhimpun dalam Perempuan Peduli Kota Jakarta (PPKJ), mengajak semua perempuan dan keluarganya untuk berperan aktif dalam merawat kebhinekaan, dengan memaksimalkan peran perempuan agar, kedamaian dan kebaikan bagi penduduk Kota Jakarta dapat terwujud, dengan baik dan maksimal.

Dalam acara konferensi pers yang digelar di Bakoel Koffie Cikini Menteng, Jakarta Pusat ini, Perempuan Peduli Kota Jakarta, merasa prihatin atas hasil Pilkada DKI Jakarta, yang dibangun dari politisasi agama, yang menimbulkan efek sektarianisme, perpecahan bangsa, serta mengancam tata pemerintahan yang bersih, transparan dan profesional.

Nong Darol Mahmada, dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima Redaksi, menuturkan, reformasi birokrasi, telah berhasil memperbaiki  kualitas hidup perempuan Jakarta, dimana jaminan sosial warga Jakarta dipenuhi dan keadilan sosial di administrasikan, untuk menolong yang terpinggirkan seperti perempuan, anak-anak, disabilitas, dan lansia.

“Dengan memasuki episode baru dalam pembangunan Kota Jakarta, kami mengingatkan kepada Gubernur terpilih, agar mewujudkan empat pokok pikiran sebagaimana hasil konferensi pers, Perempuan Peduli Kota Jakarta” tutur Nong Darol, dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi. Sabtu (06/05) di Jl. AMD Raya, Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Berikut empat pokok pikiran Perempuan Peduli Kota Jakarta untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih.

Pertama, Meneguhkan pondasi kebangsaan Indonesia yang bersandar pada pilar Pancasila, NKRI, Kebhinekaan, UUD 1945; menolak segala bentuk radikalisme yang mengedepankan politik identitas dan sektarianisme karena tidak sesuai dengan budaya Indonesia

Kedua, menjaga fungsi Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA)  sesuai yang diamatkan dalam Pergub No. 40 tahun 2016 tentang Pengelolaan RPTRA, yang mengedepankan prinsip kemitraan organisasi masyarakat, organisasi profesi, lembaga pendidikan dan sebagainya;

Baca juga :  Ketua dan Pengurus Persatuan Purnawirawan Polri Cabang Banjar, Dikukuhkan Oleh Kapolres Banjar

Bentuk area mengembalikan nilai-nilai tradisional yang me nomor duakan perempuan, seperti perjodohan bagi para jomblo yang sama sekali bukan wewenang negara.

Ketiga, memastikan kesinambungan dan peningkatan sistem transparansi dan akuntabilitas yang sudah dibangun di Pemda DKI sebagai pondasi reformasi birokrasi

Keempat, menghentikan segala bentuk kekerasan di ranah publik, penyebaran kebencian di masjid dan demonstrasi yang menggangu ketentraman dan yang berpotensi pada pecah belah masyarakat

Diketahui, pokok pikiran ini merupakan hasil dari diskusi Perempuan Peduli Kota Jakarta, yang dikaji oleh aktifis perempuan, diantaranya, Prof. Saparinah Sadli, Dr. Kartini Syahrir, Henny Supolo, Rita Kolibonso, Lia Sciortino, Muna Panggabean, Ita F. Nadia, Emmy Hafild, Nong Darol Mahmada, Lelyana Santoso, Joyce Marulam, Linda Hamid dan 1.450 perempuan Jakarta. (Red- Den/Gol/Haji-Merah, Kicaunews.com).

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru