oleh

Melanjutkan Kembali Demokrasi Di Jakarta

JAKARTA, KICAUNEWS.COM —  Jumat (05/05) Forum Dialog Detak.co gelar dialog dengan tema ” Melanjutkan Kembali Demokrasi di Jakarta” bertempat di Resto Rempa Manado, Epicentrum Epiwalk Lt.2.

Menampilkan pembicara
1. R Siti Zuhro
( Peneliti Politik LIPI )
2.Ansy Lema
( Timses Ahok Djarot )
3.Edriana Noerdin
( Timses Anies Sandi )
4.Rachland Nashidiq
(Jubir Agus Sylvy)

Bung Ansy sebagai timses Ahok Djarot mengawali dialog dengan ucapkan selamat untuk Anies Sandi yang telah memenangkan kompetisi Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, dan hari ini nanti siang di KPU DKI akan di tetapkan.

Pasangan Ahok Djarot masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI sampai bulan Oktober nanti, jadi biarkan pasangan tersebut menyelesaikan tugasnya.dan pasangan Anies Sandi bersiap untuk mengaktualisasikan program program nya setelah di lantik nanti.
Bung Rachland sebagai jubir Agus Silvy mengkritisi tentang keterlibatan aparatur negara, jadi jangan memihak pasangan calon tertentu.harus netral, karena Jakarta Barometernya Indonesia.

Kebhinekaan tidak akan terancam setelah Pilgub DKI ini sepanjang kita bisa menenangkan. 6 % yang memilih non Ahok setelah Ahok bicara Al maidah 51. Menolak pergusuran masal yg di bantu oleh pejabat.

Kritik kepada ahok soal pergusuran, atau hak azasi manusia.Karena masalah kebijakan yang memilih AniesSandi, jadi sebetulnya bukan soal agama.Belum pernah sepanjang sejarah, Habib Rizieq sebagai tokoh dalam pergerakan dalam Pilgub DKI.

FPI lakukan migrasi, jd organisasi politik dsn sangat jelas terlihat. Bukan hanya menyelamatkan demokrasi di Jakarta tapi di Indonesia juga. Karena Pilpres sebentar lagi.
Pandangan Edriana Noerdin sebagai Timses Anies Sandi, ini hanyalah perhelatan dan hari ini nanti pasangan Anies Sandi akan di tetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.
Dalam pemilu ada 3 aktor yakni :Pasangan Calon, penyelenggara dan pemilih. Peristiwa Almaidah 51 sebelum kampanye pilgub DKI.

Baca juga :  Kapolsek Langkaplancar Pimpin Himbauan dan Sosialisasi 3M Serta Ops Yustisi

Banyak yang memilih Pasangan Anies Sandi adalah mereka Adalah Antitesa dari pasangan Ahok Djarot.

Ahok terlalu over confident. Sedangkan Anies program program nya di kemas secara kreatif, inovatif seperti program Ok Oce, DP 0%,dll.

Isu Islam Versus kebhinekaan di hembuskan. Memperebutkan 30% pemilih yang rasional. Bhineka itu suatu fakta Pilkada ini hanyalah momentum.

Ketersiadaan lapangan kerja adalah yang dibutuhkan di masyarakat. Ada 28% voters yang memutuskan pilihan nya di dalam kotak suara, dan Sepertinya mereka pilih pasangan Anies Sandi, terbukti di semua wilayah pasangan Anies Sandi menang. Siti Zuhro selaku Peneliti politik LIPI menyoroti tentang tema acara ini yakni Melanjutkan Kembali Demokrasi Di Jakarta.

Dan kontesasi Pilkada DKI sudah selesai, dan kita ucapkan selamat kepada pasangan Anies Sandi yang nanti siang akan di tetapkan oleh KPU DKI. Pilkada kekhasannya yaitu kedaerahan, harus terukur artinya punya program dan nilai nilai nya.

Heterogenitas di Jakarta tidak perlu di pertanyakan, karena Masyarakat Jakarta punya kekhasan,lokalitas harus di perhitungkan.

harus ada keharmonisan antara pejabat dan masyarakatnya. Membangun demokrasi di Jakata, bagaimana mengatasi kesenjangan sosial dan pemberdayaan masyarakat, jangan mempolitisasi ke bhinekaan. Bahwa masyarakat Jakarta menginginkan pemimpin baru, karenanya terpilihlah pasangan Anies Sandi.

( A Widhy )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru