oleh

Korupsi E-KTP Redup, HMI Turun Ke Jalan

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Demokrasi kita mengantarkan pada titik kebebasan, keterbukaan, dan kesetaraan, khususnya pada hukum-hukum di Indonesia. Namun apalah daya, hari ini bahkan sampai detik ini pelanggaran HAM dibiarkan, dihiraukan, dan diacuhkan.

Kali ini, kasus pelanggaran HAM kembali terjadi di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kasus penyiraman salah satu penyidik senior di KPK, Novel Baswedan yang terjadi beberapa pekan lalu, belum mendapatkan penyelesaian.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Cabang Ciputat, Rizky Aditya Purnama, dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima redaksi, Jumat (05/05) di Ciputat, Tangerang Selatan.

Demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, berjalan damai, namun sempat membuat ruas jalan sepanjang 3 KM, arah Ciputat-Jakarta Macet Total.

“Hari ini kita turun ke jalan, untuk menyuarakan perjalanan Demokrasi di Indonesia yang pada titik kebebasan, terkhusus kasus HAM di Indonesia yang selalu diabaikan oleh para penegak hukum kita”, ujar Rizki Aditya Purnama, dalam keterangan tertulisnya.

Sebagaimana diketahui, tambah Aditya, salah satu kasus HAM yang sedang diusut oleh kepolisian adalah penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Senada dengan itu, Ketua Bidang PTKP HMI Komisariat Tarbiyah Cabang Ciputat, Baiturahman, menilai, penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, adalah untuk memghentikan kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk atau E-KTP.

“Korupsi mega proyek skandal E-KTP sedang diproses di pengadilan, namun tak lama Novel Baswedan memberikan kesaksian penyidik di pengadilan, dia disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal, penyiraman tersebut memberikan pesan kepada KPK”, ujar Baiturahman.

Diketahui, berdasarkan hasil fakta persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Mega Korupsi Kartu Tanda Penduduk Eleltronik alias E-KTP, telah menyeret banyak nama pejabat, baik ditingkat Eksekutif maupun Legislatif.

Baca juga :  M.Sanusi di Tangkap KPK

Salah satunya Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, Bendahara Umum PDI-P, Olly, Kementerian Hukum dan HAM, Yasona Laoly, yang juga kader PDI-P, serta anggota DPR RI Komisi II. (Pono, Red-Den/Gol/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru