oleh

Soal Sampah di Tangsel, Benyamin Davnie : Ini Masalah Prilaku

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Produksi sampah di kota Tangerang Selatan yang mencapai 800 Ton per-harinya sangatlah berpotensi buruk salahsatunya pada kesehatan masyarakat. Dimana Kota dengan Jumlah tujuh kecamatan tersebut, saat ini masih tegolong sebagai kota yang notabanenya kumuh oleh ceceran sampah dimana-mana.

Untuk mengantisipasi membludaknya sampah di kota yang belum lama dimekarkan ini, PT. Hero Group mensponsori Rumah Kelola Sampah yang yang diharapkan bisa menjawab persoalan sampah yang saat ini masih menjadi PR Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Seperti dikatakan Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat peresmian Rumah Kelola Sama, dirinya merasa optimis bisa menuntaskan persoalan sampah yang masih berceceran di sekitaran kota Tangerang Selatan Banten.

“Bersama PT Hero Group kita membentuk ada sepuluh rumah Kelola Sampah yang dijadikan pionir dalam mengembangkan hidroponik. Kita harapkan dari 10 rumah ada 3 atau 30 orang yang menerima manfaat,” katanya dilokasi peresmia Jl. Bhineka, Ciputat Tangerang Selatan, Banten pada Rabu (3/5/2017)

Untuk itu, dirinya berharap dari 10 rumah itu bisa mengembang lagi ke yang lain, sehingga produksi sama secara total nantinya, sampah yang di produksi sebanyak 800 ton ini per-harinya akan berkurang. “dari 800 ton perhari, minimal paling tidak kita bisa berkurang 30 persen, karena sampah ini diolah sebelumnya di rumah-rumah seperti ini,” jelasnya.

Selain itu, Benyamin Davnie yang akrab disapa Bang Ben juga menambahkan, perilaku masyarakat di Tangsel semakin hari semakin berkembang serta semakin banyak sentuhannya kepada sampah semakin menjadi tidak bersahabat.

Dengan adanya langkah dari PT Hero Group, kata Bang Ben, pengelolaan sampah di Ciputat Tangerang Selatan pada nantinya akan diserahkan kembali kepada PT Hero Group dan Karang Taruna dalam pengelolaannya, sementara Pemkot tidak mengambil alih pada masalah pengelolaan sampah tersebut.

Baca juga :  Tiga Paslon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, Paparkan Visi dan Misi

“Nanti yang mengelola group itu, PT Hero Group dengan Karang Taruna dimana program ini hanya ada di lingkungan Ciputat saja. nah untuk yang 10 rumah itu udah jadi ini persoalan kesediaan, jadi saya dorong untuk secepatnya saja”, ujar Benyamin Davnie.

Sementara itu, Menanggapi masalah sampah yang bertumpuk di kota Tangerang Selatan, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muqodas Syuhada menuturkan, untuk masalah sampah sejauh ini pemerintah mempunyai langkah untuk merubah sampah menjadi energi listrik tenaga sampah dengan cara mengundang semua Investor untuk mengadakan beauti kontes.

“Akan kita undang investor-investor untuk diadakan beauti kontes untuk penanganan-penanganan sampah yang akan diubah menjadi energi listrik tenaga sampah,” imbuhnya.

Untuk itu, dirinya mengaku untuk teknologi ini minimal membutuhkan 1000 ton sampah perharinya untuk mencapai 1500 Mega Watt,” beber Plt kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Tak hanya itu, Muqodas juga menambahkan, pada persoalan sampah, pemerintah menyadari persoalan ini bukan hanya persoalan pemerintah dengan swasta, akan tetapi persoalan yang melibatkan semua pihak.

“Masalah sampah di Tangsel ini bukan hanya masalah pemkot dan swasta saja tapi masalah kita semua”, tambah Muqodas, Red. Rabu (05/05) di Ciputat Tangerang Selatan Banten.

Sebagaimana diketahui, Program Kelola Rumah Sampah (RKS) ini, dilakukan oleh masyarakat di Ciputat Tangerang Selatan, dan saat ini sudah berjalan di 10 rumah, Program ini, dibentuk PT Hero Group, salah satu perusahaan market.

Sejauh ini, pantauan wartawan kicaunews.com, penataan di kota Tangerang Selatan, sepanjang kepemimpinan Hj. Airin Rachmi Diany, masih dinilai belum maksimal, sebab di kota Tangerang Selatan masih banyak kawasan pemukiman kumuh, terutama di daerah-daerah terpencil, seperti di Setu, Rawa Buntu, Cipecang, Sudimara, Ciputat dan Kampung Utan.

Baca juga :  Berikut Wujud “The Bulldog” Modifikasi Trendy Alex Racing Team

Untuk diketahui bersama, dalam UU No 18 Tahun 2008 dan Permendagri No 33 Tahun 2010 tentang pedoman pengelolaan sampah, disebutkan, masalah pengelolaan sampah, secara garis besar mutlak harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah. (Red- Den/Gol/Kicaunews.com)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru