oleh

Skandal Korupsi Menghancurkan Sendi-Sendi Ekonomi

Oleh: M. Nas Kasah (*)

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Berdasarkan data UNICEF tahun ini sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan yakni sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Data statistik tingkat provinsi dan kabupaten menunjukkan bahwa terdapat kelompok anak-anak tertentu yang terkena dampak paling rentan yang sebagian besar berasal dari keluarga miskin sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki kemungkinan putus sekolah emapat kali lebih besar daripada mereka yang berasal dari keluarga berkecukupan. Untuk data statistik geografis, tingkat putus sekolah anak SD di desa 3:1 dibandingkan dengan di daerah perkotaan.

Skandal Korupsi

Kenyataan ini sangat menyakitkan, bahwa pemerataan mengenyam pendidikan tidak tercapai, karena salah satu indicator penyebanya adalah para Koruptor merampas hak rakyat dengan berkomplot.

Pertama, skandal BLBI. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis kerugian negara hingga 2015 akibat penyelewengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) mencapai Rp 2.000 triliun. Nilai ini terancam meningkat menjadi Rp 5.000 triliun pada 2033. Nilai itu belum termasuk nilai guna dan nilai tambah dari aset yang seharusnya dikembalikan obligor dari SKL (surat keterangan lunas);

Kedua, skandal Bank Century. Dari hasil pemeriksaan BPK dalam LHP itu terkuak, ternyata uang negara yang ‘ditilep’ dalam kasus FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik mencapai Rp 7,4 triliun;

Ketiga, skandal Hambalang. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Harry Azhar mengatakan total kerugian negara dari proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang mencapai Rp 706 miliar. Jumlah tersebut didapat dari hasil audit investigasi BPK pada 2012 hingga 2013;

Baca juga :  Pemdes Pemagarsari Dan TBM Warabal Dukung Kampung Literasi

Keempat, skandal E-KTP. KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini pada 2016, yakni sebesar Rp 2,3 triliun. Dari angka tersebut, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang; dan

Kelima, skandal krupsi dari berbagai departemen, seperti Pajak BCA, Gayus Tambunan, perkebunan, pertambangan, dan lain-lain sebagainya hampir di setiapm instansi

Skandal Koruptor Kabur Keluar Negeri

Suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Palembang. Nunun, isteri mantan Wakapolri Adang Darajatun, adalah tersangka kasus dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004 yang dimenangkan Miranda Goeltom. Dari Singapura, Nunun diduga kabur ke Kamboja atau Thailand.

Sejak 2001 ada 43 orang lainnya yang juga kabur ke luar negeri. Mereka seperti hilang ditelan bumi dan kasusnya seperti tenggelam. Merupakan daftar terduga, tersangka, terdakwa, terpidana, dugaan perkara korupsi yang diduga telah dan pernah melarikan diri ke luar negeri dari 2001 hingga saat ini.

Jelas kasus demi kasus terus bergulir, kasus BLBI, Century, Pajak dan lain-lain. Kesemua itu menghancurkan sendi-sendi ekonomi Indonesia. Seperti diketahui, bahwa segelintir orang lebih kaya dari Negara dan sebagian besar rakyat miskin merana menahan lapar serta perihnya hidup.

Pemangku kepentingan (oknum) selalu menggunakan kekuatan dari kekuasaannya untuk berkonspirasi, berkomplot merampok Negara dan bahkan terindikasi ini mereka lakukan dengan tersistem. Mereka hidup berlebihan; anak kuliah di luar negerai, rumah besar mewah di mana-mana, lahan tanah luas di mana-mana, mobil canggih terbaru dimiliki setiap individu keluarga dan memiliki perusahan kelas besar di setiap bidang.

Gagal Mencapai Cita-cita

Filosofi Ki Hajar Dewantara yang sangat terkenal serta menempel erat dengan dunia pendidikan Indonesia, yaitu “Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan), Ing madyo mangun karso (di tengah memberi bimbingan), dan Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan)”, tidak tercapai.

Baca juga :  Hetifah Beri Kado Istimewa di Hari Jadi Kutim dan Bontang

Koruptor harus kita perangi, pemerintah yang tidak bersih wajib di turunkan dan seluruh konspirasi serta bentuk pengkianatan terhadap bangsa dan negara segera diadili. Skandal korupsi telah menghancurkan sendi-sendi ekonomi yang berujung pada kehancuran sosial ekonomi rakyat, hinggarakyat sengsara. Rakyat harus bersatu! Selamat Hari Pendidik Nasional 2017.

(*) Penulis Adalah Pengamat Politik dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru