oleh

13 Bocah Dicabuli Satpam, Begini Respon Kapolres TangSel

TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Kasus pencabulan anak dibawah umur, yang terjadi di Kelurahan Pakulonan Barat, Kelapa II, Kabupaten Tangerang, kembali mencuat setelah Kapolres Tangerang Selatan, berhasil mengungkap pelaku pencabulan yang berinisial, K.M (59) tahun.

Pelaku berinisial (K.M) yang berpropesi sebagai Satpam ini, diancam dengan pasal 81 dan pasal 82, UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun, maksimal 15 tahun. Ada pun korban yang dicabuli oleh tersangka, berusia 3 tahun sampai 10 tahun.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widianto, merasa prihatin atas kejadian ini, masih adanya predator-predator terhadap anak, yang seharusnya mereka bertugas melindungi, tapi ini malah mengahncurkan dan melampiaskan hawa nafsunya kepada anak kecil.

“Pelaku ini, sudah melaksanakan kegiatannya sejak desember 2014, yang menjadi korban adalah anak anak yang menjadi teman dari cucu tirinya”, ujar AKBP Fadli Widianto dalam Konferensi Persnya, yang digelar di Gedung Baru Kapolres Tangerang Selatan, Kamis (04/05).

Kasus Pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan (K.M) ini, sudah berjalan sejak tahun 2014, berdasarkan laporan Kapolres Tangerang Selatan, sepanjang tahun 2017, baru ada 1 kasus pencabulan anak dibawah umur, sementara pada tahun 2016, kasus pencabulan anak, sebanyak belasan, dengan berbagai kasus.

Pada bulan maret 2017 kemarin, AKBP Fadli, menambahkan, ada salah satu anak menceritakan kepada orang tuanya, mendengar cerita itu, orang tua korban langsung melaporkan pada pihak Polres, dan begitu mendapatkan laporan, Sat Reskrim, langsung bergerak cepat, untuk mengamankan pelaku, dan setelah diamankan korban banyak bermunculan.

“Jumlah korban ada 13, namun yang baru bisa kita mintai keterangan baru 6 orang, jadi 13 orang tersebut sementara, orang yang sudah dimintai keterangan baru 1 orang, 1 orang korban telah mengalami kehancuran pada alat organ reproduksinya atau kelamin korban”, tambah Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli, kepada wartawan.

Baca juga :  Masa Pandemi Covid-19, Polsek Kroya Himbau Warga Agar Tidak Mudik

Selain itu Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widianto menjelaskan, kepada wartawan, motiv yang dilakukan pelaku dalam melancarkan aksinya, yaitu dengan cara mengajak anak-anak kecil nonton film, setiap sore hari.

“Anak-anak ini, selalu diajak kerumah, untuk nonton film, dan pelaku sudah menyiapkan film-film horor, disaat mereka ketakutan, anak itu dia peluk, dengan alasan untuk melindungi, karena ada hantu ada dalam film itu”, jelas, AKBP Fadli.

Dalam menanggapi persoalan tersebut, Kapolres Tangerang Selatan, akan mendirikan posko krisis center, sebagai upaya untuk mempermudah masyarakat, dalam melaporkan berbagai macam kasus.

Diketahui, korban pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka (K.M), berjenis kelamin perempuan semua, dari usia 3 tahun sampai 10 tahun, selain itu tersangka juga sudah mempunyai Istri dan anak. (Red-Den/Gol/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru