oleh

Semua Elemen Masyarakat di Banten, Tolak Hizbut Tahrir Indonesia

SERANG, KICAUNEWS.COM – Deklarasi yang dilakukan puluhan Mahasiswa, Ulama, Pemuda dan Jawara untuk membubarkan organisasi Islam  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Selasa, (02/05) yang digelar di Taman Makam Pahlawan, Ciceri, Kota Serang, berjalan dengan ramai.

Organisasi Islam, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) harus dibubarkan, sebab telah jelas-jelas ingin menggantikan Ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi Negara Islam.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Serang, Solahudin dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima wartawan kicaunews.com Selasa (02/05) di Dapur Redaksi, Jl. AMD Raya, Kel. Pondok Kacang Barat, Kec. Pondok Aren kota Tangerang Selatan Banten.

Hal senada juga disampaikan Ketua Majlis Pesantren Salafy, KH Matin Syarkowi, yang juga turut hadir mendampingi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk menyatakan sikapnya membubarkan HTI dari Banten sampai pusat. Karena dianggap sebagai partai politik yang mempunyai misi besar untuk mendirikan khilafah.

“Jika ingin mendirikan negara Khilafah ya hengkang ke Palestina dan tinggalkan Indonesia, kita akan menyumbangkan paspornya untuk ke Palestina,” teriak Kiyai Matin disambut galak tawa.

Senada dengan Kiyai Matin, Ketua GP Ansor Banten, Ahmad Nuri, bahwa kita harus kembali mengingat bagaimana bangsa Indonesia didirikan bukan saja hanya dengan sekolompok golongan saja, melainkan dari berbagai golongan dan agama.

“Bangsa ini berdiri bukan saja berdiri hanya dengan satu kelompok saja, NKRI dan Pancasila harus kita pertahankan dari kelompok yang merongrong bangsa ini,” tukasnya.

Diketahui, setelah melakukan mimbar bebas, sejumlah organisasi dari PMII, GMNI, Hikmahbuddhi, Pemuda Pancasila, Hamas, GP Ansor, Banser, PCNU Se-Banten, IPNU, IPPNU, Laskar Aswaja, Maping, Banten Bersatu, Muhamadiyah membubuhkan tanda tangan untuk membubarkan HTI. (Vred, Red-Den/Gol/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru