oleh

Pendidikan Di Banten Carut Marut, Begini Komentar HMB Jakarta

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Potret pendidikan di Provinsi Banten saat ini, masih carut marut terutama dari masalah sarana, prasarana maupun kualitas tenaga pengajar (guru) disetiap sekolah-sekolah, terutama di daerah pelosok yang ada di Banten Selatan.

Banyaknya bangunan sekolah yang rusak, minimnya kualitas tenaga pengajar (guru) dan tidak maksimalnya sarana dan prasarana pendidikan, jelas sangat mempengaruhi belajar para siswa di sekolah. Hal ini disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, M Adhia Muzaki dalam keterangan tertulisnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Adhia Muzaki menjelaskan, sarana dan prasarana pendidikan di Provinsi Banten masih belum memadai, dari mulai buku, bangunan sekolah, maupun kualitas tenaga pengajar disekolah, seperti yang terjadi di Banten Selatan (Pandeglang-Lebak).

“Tingkat pendidikan di Banten, dari Sarana, Prasarana maupun kualitas tenaga pelajarnya masih belum maksimal”, jelas Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, Selasa (02/05) di Ciputat, Tangerang Selatan Banten.

Lebih lanjut, Adhia Muzaki sapaan akrabnya Anyoh, juga menambahkan, Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, dalam melihat hal ini, akan turun langsung, untuk melakukan Advokasi, ke sekolah-sekolah, dalam rangka mendengarkan keluh kesah para guru-guru.

“Kita akan melakukan upaya ngobrol ke setiap sekolah keluh kesahnya, setelah itu kita akan kaji lebih dalam dimana saja persoalannya lalu, kita akan memberikan solusi-solusi kepada Dinas Pendidikan di Provinsi Banten, jika masih saja tidak di dengar, maka terpaksa kami akan menggruduk Dinas terkait”, lanjut Adhia dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, mahasiswa Banten juga menilai, anggaran pendidikan di Provinsi Banten sangat besar, namun besarnya anggaran tersebut tidak dirasakan oleh putra-putri daerah di Banten, misalnya masalah beasiswa berprestasi untuk para siswa yang ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, itu tidak pernah ada.

Baca juga :  Aksi Gebrak Masker dan Sosialisasi 3M Cegah Covid-19 Oleh Polsek Rancasari Polrestabes Bandung

“Pemprov harus memberikan beasiswa berprestasi maupun beasiswa kurang mampuh kepada puta dan putri daerah yang ingin melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, sejauh ini baik Dinas Pendidikan, maupun Gubernur tidak pernah mempublikasi soal beasiswa tersebut”, ujar, Adhia Muzaki.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada komentar maupun konfirmasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, dijelaskam bahwa, pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Jika dalam hal ini Pemerintah Daerah terutama Gubernur, Bupati maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempersulit, dan tidak menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat terutama pada masalah pendidikan, maka Pemerintah dalam hal ini telah melawan Undang-undang Negara. (Adhia, Red-Den/Gol/Kicaunews.com)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru