oleh

KSDA Tak Bisa Berikan Solusi, Warga Ambil Tindakan Sendiri


PANGANDARAN, KICAUNEWS.COM – Postingan pemburu satwa yang menembak Macaca Hecki atau Monyet berekor panjang sampai mati sempat menjadi viral di sosial media.

Ratusan komentar diakun Facebook yang berisi hujatan kepada pemburu, membuat geram petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kepada wartawan kicaunews.com, salah satu petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Askur menuturkan di daerah gunung sawal ciamis memang telah terjadi konflik, Macaci Hecki sering menyerang lahan pertanian.

Menyikapi hal itu, lanjut Askur, warga pun tidak tinggal diam dan mengambil inisiatif melalui kepala desa setempat, datang ke Konservasi Sumber Daya Alam untuk mengadukan hal tersebut, agar monyet-monyet yang menyerang lahan pertanian di pindahkan.

Menanggapi respon dari masyarakat, pihak Konsevasi Sumber Daya Alam pun langsung mengeksekusi atau bertindak dengan cara mendatangkan ahli dari Baduy.

“Alhamdulilah kerisauan warga sudah bisa di atasi” ujar, Petugas Konservasi Sumber Daya Alam, Askur saat sambangi wartawan kicaunews.com

Tetapi kemudian, kata Askur, dikarenakan dari beberapa ekor monyet yang tertinggal perkembang biayakanya yang sangat cepat, permasalahan tersebut kembali muncul.

“Warga berinisiatif sendiri untuk mengurangi jumlah monyet tersebut namun dengan cara di buru bahkan di tembak” ujar, Askur, menceritakan kronologi persoalan kepada wartawan.

Senada dengan itu, Uking Iskandar, salah satu Petugas di Badan Konservasi Sumber Daya Alam juga menambahkan, membenarkan, adanya kejadian tersebut.

Namun Uking mengecam perbuatan penembakan pada satwa tersebut (Hacaci Hecking), kepada wartawan Uking menuturkan, meskipun satwa ini termasuk bukan yang di lindungi, dan juga di luar konservasi  namun  memburu dengan cara di bunuh jelas kesalahan.

“Memburu dengan cara membunuh jelas kesalahan dan dikenakan dengan aturan negara PP no 7 tahun 1999, apalagi tidak memiliki surat izin pemburu” ujar, Uking.

Baca juga :  Dinas Pendidikan dan BNN Tangsel gelar Penyuluhan P4GN

Sampai berita ini diturunkan, menurut keterangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, pelaku sudah dipanggil dan sudah diberi teguran keras.

“Jika di kemudian hari ia masih melakukan perbuatan yang sama ia akan di laporkan langsung ke Kepolisian.tetapi pihaknya juga telah di tangani oleh kpolisian setempat untuk saat ini hanya di kenakan wajib lapor” terang Uking. (Eva, Red-Den/Gol/Kicaunews.com)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru