oleh

Refleksi: Cantiknya Airin dan Kusutnya Tangerang Selatan !

Oleh: Deni Iskandar

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Sontak saya diberikan tugas oleh Pimpinan Redaksi untuk ngepos/meliput di kota Tangerang Selatan, dengan semangat saya pun menyanggupinya. Satu bulan sudah saya ngepos di Tangerang Selatan, meliput persoalan-persoalan yang ada, baik meliput masalah sosial, budaya, maupun politik.

Ada yang menarik ternyata dibalik adem ayemnya kota Tangerang Selatan, baik masalah politik, sosial, birokrasi maupun yang lainnya. Dibawah kepemimpinan Hj. Airin Rachmi Diany selama dua periode, tidak sedikit persoalan yang terjadi, bahkan kabar terupdate, sistem pemerintahan di Tangerang Selatan, sangat luar biasa carut marutnya.

Dari mulai masalah perizinan pada swasta yang sangat mudah, sampai Peraturan Daerah (Perda) pun dilewati, puluhan proyek mangkrak, terakhir proyek mangkrak itu ada pada Pembangunan Kapolres Tangerang Selatan, dan Gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), jual beli jabatan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang aktif disalah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Masih banyak lagi.

Masalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), juga terlihat sangat janggal, hampir setiap dinas, bermasalah. Bahkan baru-baru ini, disalah satu SKPD, PNS nya aktif dan terlibat di salah satu LSM, padahal dalam UU ASN, seorang PNS tidak dibenarkan mengikuti atau ikut terlibat aktif dalam aktifitas politik. Belum lagi masalah pemukiman kumuh, dan juga masalah lokalisasi.

Jika dilihat dalam kacamata Jurnalis, di Kota Tangerang Selatan, itu sangat banyak sekali masalah, namun masalah tersebut tidak pernah disoroti secara serius. Padahal di Tangerang Selatan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Tangerang Selatan, terutama dibidang pendidikan bisa dikatakan lebih baik, dibandingkan dengan IPM di kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Seharusnya dengan baiknya IPM di kota Tangerang Selatan, tingkat control sosial dari Civil Societynya bisa lebih hidup dan bisa lebib dinamis, ini malah berbanding terbalik. Sepinya kritikan, dari masyarakat, pada hakikatnya semakin menguntungkan dan menina bobokan Pemerintah.

Baca juga :  26 Ribu Botol Miras Dimusnahkan, Pengamat : Perda Miras Harus Membumi

Pertama, misalnya pada persoalan pembangunan Kapolres Tangsel yang mangkrak selama dua tahun, dengan jumlah anggaran yang kurang lebih 56 Miliar, belum lagi masalah pembangunan Gedung baru DPRD kota Tangerang Selatan, yang mencapai lebih dari satu Triliun, ini juga harus dikritisi oleh semua elemen, baik oleh Media, Mahasiswa, LSM, maupun Masyarakat lainnya.

Melihat persoalan diatas, maka saya harus mengatakan bahwa, kota Tangerang Selatan rupnya tak secantik dan seanggun Ibu Walikota Tangerang Selatan, Indahnya kota Tangerang Selatan, tak seindah Senyumnya ibu Walikota Tangerang Selatan.

Penulis Adalah Jurnalis di Kicaunews.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru