oleh

Fahd Rafiq: Supremasi Hukum Saya Junjung Tinggi

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz A Rafiq mengatakan dirinya akan kooperatif atas proses hukum terkait kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan kitab suci Alquran di Kementerian Agama tahun 2011-2012, setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fahd Rafiq juga menyatakan komitmennya untuk mendukung KPK dalam penuntasan kasus-kasus korupsi di Indonesia. Bahkan, Ketua Umum DPP KNPI itu juga menegaskan selaku warga negara yang baik, dirinya senantiasa men­junjung tinggi supremasi hukum.

“Saya siap kapan pun dipanggil oleh KPK karena ini adalah proses hukum yang harus saya patuhi,” kata Fahd Rafiq kepada Suara Karya, di Jakarta, (Kamis (27/4).

Menurut Fahd Rafiq, apa pun yang diputuskan oleh KPK dan lembaga penegak hukum lainnya diharapkan bisa saling memberikan dukungan atas proses hukum di Indonesia. “Karena sebagai warga negara saya harus mematuhi masalah hukum yang tentu secara tuntas bisa selesai dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto dan Ketua Umum PP AMPG Fahd Rafiq hadir dalam pelepasan Umroh Kebangsaan AMPG-KNPI kloter III serta Rapat Pleno PP AMPG Diperluas yang berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (27/4).

Dalam sambutannya pada acara pleno AMPG, Novanto mengaku bangga dan mengapreasi program-program kerja AMPG selama ini seperti Jambore Bela Negara dan Siaga Karya di sejumlah daerah. “Saya melihat langsung apa yang dilakukan Ketua Umum PP AMPG Fahd Rafiq dengan program kerjanya yang luar biasa,” kata Novanto.

Novanto berharap kader-kader AMPG di seluruh Indonesia untuk bekerja keras bersama Partai Golkar untuk berjuang memenangkan Pilkada seretak 2018, Pileg dan Pilpres 2019.

Baca juga :  Inilah Keunggulan Mengajar Pakai Skenario MIKIR

Sementara itu Fahd Rafiq dalam sambutannya meminta kader-kader AMPG senantiasa solid dan kompak dalam mengawal program-program Partai Golkar sekaligus tetap fokus melaksanakan agenda-agenda yang sudah ditetapkan dalam Rapimnas AMPG.

“Badan Pengamanan Suara sudah ditetapkan akan diserahkan ke AMPG. Untuk itu AMPG harus melakukan pelatihan-pelatihan saksi di semua tingkatan dalam rangka mempersiapkan kader terbaik AMPG untuk mengawal saksi-saksi Partai Golkar di setiap TPS pada saat pilkada, pileg dan pilpres,” katanya.

Di depan 34 Ketua Pengurus daerah (PD) AMPG dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, Fahd Rafiq juga mengungkapkan proses hukum yang menimpa dirinya saat ini. “Saya pribadi sangat menjunjung tinggi supremasi hukum dan meminta semua pihak juga menjunjung asas praduga tidak bersalah sesuai dengan koridor hukum yang ada. Masalah saya ini tidak ada urusannya terhadap kelembagaan yang saya pimpin, karena ini masalah pribadi saya. Jadi saya akan mengikuti dan mentaati proses hukum yang ada,” tegasnya.

Usai pleno, 34 Ketua PD AMPG se-Indonesia membuat pernyataan sikap untk taat dan setia kepada kepemimpinan Ketua Umum PP AMPG Fahd Rafiq sampai habis masa periode 2019. Selain itu 34 Ketua PD AMPG se-Indonesia juga akan selalu berada di garda terdepan mengawal harkat dan martabat AMPG dan Partai Golkar dibawah kepemimpinan Fahd Rafiq dan Setya Novanto.

Sumber : suarakarya

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru