oleh

Soal Pemukiman Kumuh, Begini Komentar DPRD Tangsel

TANGSEL, KUCAUNEWS.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Tangerang Selatan dari Partai Golongan Karya alias Golkar, Mohammad Ramli angkat bicara soal masih banyaknya pemukiman kumuh yang ada di kota Tangerang Selatan, Banten.

Kepada wartawan kicaunews.com yang dirilis Rabu, (26/04) di Gedung Ifa DPRD kota Tangerang Selatan, kader partai berlambang pohon beringin ini menuturukan, pemukiman kumuh hanya di isi oleh warga urban, Ramli meyakini masyarakat asli Tangsel, pasti memiliki tempat tinggal yang layak huni.

Namun meskipun ketua DPRD kota Tangerang Selatan itu enggan, dia berjanji akan memberikan solusi untuk masyarakat yang tinggal di kawasan pemukiman kumuh.

“Solusinya saya akan komunikasikan dulu dengan dinas terkait, bagaimana kan gitu, yang jelas bahwa, meninggali tempat itukan sudah menyalahi aturan, untungnya Bredston masih baik, kemudian siapa pun yang tinggal bukan pada haknya, tempatnya gak boleh, bener gak ?” ujar, Ketua DPRD kota Tangerang Selatan, Mohammad Ramli, yang juga kader Partai Golkar.

Selain itu, Mohammad Ramli juga menambahkan, persoalan pemukiman kumuh di Tangerang Selatan, pemerintah memberikan solusi yang tepat seperti bedah rumah.

“Gak Mungkin dong, dalam hal ini pemerintah kota mengambil masukan bedah rumah atau apakah, supaya lebih baik gak mungkin” tambah ketua DPRD kota Tangerang Selatan, Banten.

Selain itu, ketua DPRD kota Tangerang Selatan Mohammad Ramli mengklaim, pemerintah sudah cukuo baik, kepada warga yang bermukin dikawasan kumuh.

“Begini, kalau umpama persoalan itu, artinya pemerintah juga sudah cukup berbuat baik, kepada mereka mereka yang legalitasnya ada, kan begitu” ujar Mohammad Ramli.

Secara legalitas juga, lanjut Mohammad Ramli, warga yang tinggal di pemukiman itu tidak ada legalitas, dia menilai, warga yang tinggal di pemukiman kumuh tersebut, bukan warga asli Tangsel.

Baca juga :  Kwarcab Pramuka Kota Tangsel gelar Peringatan Hari Pramuka

“Saya pikir kalau mereka asli orang situ, pastilah punya tempat masa gak punya tempat sama sekali, dia tinggal disitu, ya paling penduduk urban” lanjut Ramli.

Sebelumnya, Korp Himpunan Mahasiswa Islam Wati alias Kohati se-komisariat cabang Ciputat, melakukan opening Desa Binaan di Kp. Utan yang menjadi tempat bermukimnya warga pemulung di Tangerang Selatan, Banten.

Kegiatan Desa Binaan di kampung pemulung ini diinisiasi oleh Kohati Komisariat Ushuluddin dan Filsafat Cabang Ciputat, berdasarkan penuturan ketua umum Kohati, Siti Mahfudzoh, kegiatan Desa Binaan ini terfokus pada dua hal.

“Pertama, pada masalah pemberdayaan untuk membantu warga agar membuat karya-karya yang nantinya akan dijual, untuk kebutuhan ekonomi warganya”, ujar Ketua Umum Kohati Komisariat Ushuluddin cabang Ciputat, Siti Mahfudzoh.

kedua lanjut Udoh, lengkapnya Situ Mahfudzoh, juga membantu anak anak kecil yang saat ini masih sekolah, agar berprestasi di kelasnya, seperti mengadakan les atau bantu bantu mengajar privat di kawasan pemukiman kumuh.

Redaktur: Deni Iskandar/Goler

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru