oleh

Tak Miliki IMB, Satpol PP Segel Serpong Grand Park

TANGSEL-KICAUNEWS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel menyegel perumahan Serpong Grand Park. Kluster yang dibandrol Rp 600 juta itu disegel lantaran tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Aktivitas pekerjaan perumahan yang berada di Jalan Raya Puspiptek Muncul, Kecamatan Setu Kota Tangsel untuk sementara waktu dihentikan.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tangsel Mohamad Muksin menegaskan setelah dilakukan penyegelan, pihak proyek Serpong Grand Park harus mengeluarkan berbagai barang pendukung pekerjaan di lokasi proyek.

“Tak boleh ada aktivitas apapun. Ada alat berat ekskavator pun turut kita sita kuncinya sampai pihak proyek sudah memiliki IMB,” ujar, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tangsel Mohamad Muksin, dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima wartawan kicaunews.com, selasa (25/04), di Tangerang Selatan.

Kedatangan belasan personel Satpol PP mengejutkan para pekerja di lokasi. Bagian pemasaran yang sudah sejak bulan lalu menjajakan unit klaster bergaya mini club house itu pun, sempat kebakaran jenggot menghubungi pihak pengawas proyek.

Sebelumnya, Satpol PP juga telah memberikan surat pemanggilan kepada pengembang Serpong Grand Park, namun surat kunjungan itu tak pernah direspon.

“Surat dari tanggal 5 sudah kita berikan tapi tidak direspon. Pengembang itu kita panggil untuk mengonfirmasi masalah IMB-nya. Karena hasil koordinasi dengan DPMPTSP Serpong Grand Park terbukti tak punya IMB,”
tambah Muksin.

Penyegelan juga sempat terhambat karena salah seorang penanggung jawab proyek menghubungi personel Satpol PP dan bersikeras telah memiliki IMB.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan pada Satpol PP Tangsel Oki Rudianto menuturkan, pihak pelaksana proyek mengaku telah memiliki IMB namun sudah tidak berlaku lagi.

Saat di konfirmasi lewat telepon, tegas Oki, pihak proyek mengantongi IMB yang bukan dikeluarkan oleh Pemkot Tangsel.

Baca juga :  Airin Resmikan Gerai Disdukcapil di Pamulang Square dan Plaza Bintaro

“Pas ditelepon tadi mereka ada IMB Kabupaten Tangerang. Dan mengaku IMB itu sah karena telah dilegalisir. Padahal IMB itu berlakunya dalam setahun, dan tak bisa IMB itu dari luar wilayah Tangsel,” tuturnya.

Usai membuat berita acara petugas langsung membentangkan garis polisi dan memasang tanda segel di depan gerbang masuk klaster dan kantor pemasaran. Seluruh buruh bangunan dan petugas pemasaran juga diminta untuk keluar dari area penyegelan.

Di sisi lain, pengawas proyek pembangunan Serpong Grand Park Dulyatmo mengaku tak mengetahui jika ada surat pemanggilan dari Satpol PP. Menurutnya, hal itu terjadi karena pihak pemasaran yang menerima surat panggilan tak menyampaikan surat tersebut.

“Saya baru tahu ada surat ini. Di orang pemasaran ternyata suratnya. Kalau tahu kita pasti datang. Ada miss komunikasi antara bagian yang mengurus proyek dengan orang pemasaran,” tutur Dulyatmo.

Redaktur: Deni Iskandar/Goler

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru