oleh

Krisis Pengusaha, HIPMI Akan Siapkan Penguasaha di Indonesia

SERANG, KICAUNEWS.COM – Berdasarkan data statistik jumlah pengusaha menginjak pada angka 1,5 persen, dari jumlah penduduk di Indonesia yang berkisar 252 juta, Indonesia masih butuh pengusaha sebanyak 1,7 juta pengusaha, kedepan pengusaha di Indonesia harus meningkat sebanyak 2 persen.

Demikian disampaikan ketua umum Badan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi, Faisal Hermiansyah, dalam acara diskusi di Seminar Enterpreneur yang digelar di UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Selasa, (25/04) di Serang Banten.

Dalam acara diskusi tersebut, Faisal nama lengkapnya Faisal Hermiansyah, berjanji akan terus berjuang menumbuhkan semangat serta menumbuhkan jiwa enterpreneur pada bangsa ini.

“Di Indonesia menurut data statistik jumlah pengusaha nya 1,5 persen dari 252 juta penduduk.masih membutuhkan 1,7 juta pengusaha untuk mencapai 2 persen” ujar, Ketua umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, dalam acara seminar enterpreneur di UIN Banten.

Senada dengan Faisal, ketua bidang OKK Hipmi PT Banten, menambahkan, upaya untuk mencapai 2 persen, atau 1,7 juta jumlah penduduk Indonesia, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Banten, Mugni Balyan A akan menggalakan pembentukan program pembentukan Hipmi Perguruan Tinggi dimasing-masing kampus di wilayah Banten.

“Kami akan menumbuhkan semangat berwirauaaha dikalangan mahasiswa juga membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia, semakin banyak pengusaha baru yang tercipta akan semakin banyak pendapatan negara dari perpajakan” tambah Mugni.

Selain itu, Mugni juga menegaskan jika usahanya sukses biasanya pengusaha itu membuat perusahaan baru, dan disitu akan semakin.banyak badan usaha yang membayar pajak.

“Itu penting untuk kami lakukan, untuk mendukunh terciptanya lebih banyak pengusaha baru, terutama pengusaha dikalangan mahasiswa” ujar mugni, (tegas).

Editor: Deni Iskandar/Goler

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru