oleh

Dua Periode Airin Memimpin Tangsel, Masih Ada Pemukiman Kumuh

TANGSEL, KICAUNEWS.COM- Desa binaan yang digagas oleh Korp Himpunan Mahasiswa Islam Wati atau Kohati se-Komisariat Cabang Ciputat, di kampung Pemulung, di Jl. Kp. Utan, kel. Cempaka Putih Kec. Ciputat Tangerang Selatan, Banten diapresiasi oleh masyakat.

Diselenggarakannya Desa Binaan oleh Kohati se-komisariat cabang Ciputat ini sebagai salah satu bentuk kepedulian mahasiswa kepada masyarakat, dan juga pengejawantahan dari tujuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagaimana termaktub dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.

Ketua umum Kohati Komisariat Ushuluddin dan Filsafat cabang Ciputat menjelaskan, program Desa Binaan ini, terfokus pada dua bidang. “Pertama, bidang ekonomi, kedua, bidang Pendidikan untuk warga pemulung yang ada di kampung utan, Tangerang Selatan” jelas, Udoh, panggilan akrabnya Siti Mahfudzoh, Ketua Umum Kohati Komisariat Ushuluddin dan Filsafat Cabang Ciputat.

Dalam proses pemberdayaannya, tambah Udoh, mahasiswa mengajarkan berbagai seni keterampilan kepada warga. “Alhamdulillah ibu-ibu di kp. Pemulung ini sudah bisa membuat gelang-gelang yang nantinya bisa dijual dengan nilai tinggi” tambah Siti Mahfudzoh. Senin, (24/04) di Kp. Utan, Tangerang Selatan Banten.

Selain itu, ketua umum Kohati Komisariat Ushuluddin cabang Ciputat ini, berharap, dengan dilakukannya pemberdayaan ini, bisa merubah mindset warga untuk tidak menjadi pemulung.

“Selama kepengurusan ini, kalau bisa diteruskan oleh generasi kedepannya, bahwa ada cara lain, untuk mendapatkan uang, selain menjadi pemulung” ujar, Udoh.

Dalam bidang pendidikan, lanjut udoh, diadakannya pemberdayaan ini, semoga saja bisa membantu memaksimalkan anak-anak kecil (Warga di Kampung Pemulung) untuk memberikan pendidika. Secara non formal, dengan harapan anak-anak kecil ini nisa berprestasi di kelasnya.

Sebagaimana diketahui, pantauan wartawan kicaunews.com, dibalik gemerlapnya Tangerang Selatan oleh pembangunan, dan tingginya APBD Tangerang Selatan, masih banyak kampung-kampung kumuh, dan tepencil.

Baca juga :  Ribuan Massa ikuti Jalan Sehat, Jalan Damai Umat Bersatu Bersama Nomor Satu

Salah satunya kampung pemulung yang terletak di Kp. Utan, dekat Super Indo. Kampung yang dihuni oleh 15 Kepala Keluarga ini, tak pernah diketahui oleh pemerintah, dan mayoritas warga asli Ciputat.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada komentar dan konfirmasi dari pemerintah kota Tangerang Selatan. Warga berharap, pemerintah tidak menutup mata.

“Kami berharap pemerintah tidak menutup mata, dengan warga, sejauh ini belum ada bantuan apa pun dari pemerintah, baik dari kecamatan, maupun dari walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany” ujar, Herry (39) tahun, warga yang tinggal di Kp. Utan selama 15 tahun, saat dimintai keterangan oleh wartawan kicaunews.com, red. (24/04) di Kp. Utan, Tangsel Banten.

Redaktur: Deni Iskandar/Goler.

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru